Apa Itu "Shed's Blog" ?

Shed's Blog merupakan fanfiction Pokemon bersambung karya danielshedley.

Fanfiction ini menceritakan tentang petualangan Shed, seorang pelatih Pokemon muda yang memulai petualangannya di region Hoenn.
Ditemani dengan Pokemon-Pokemon-nya yang diberi nama panggilan yang unik-unik, Shed akan menjadi pelatih Pokemon terhebat!
(baca selengakapnya, Klik disini)



(fanfict ini buatan Dan dari website perjalananshed.blogspot.com..kalau kalian menemukan tulisan ini di tempat lain selain di web tersebut, berarti tulisan ini telah dibajak)
~danielshedley

©2009-2012 Shed's Blog Allright Reserved


Rabu, 16 Maret 2011

Entri #045 : Kelebihan Manusia

"Hiaatt!!" BRAK! Aku terus mencoba untuk mendobrak tembok kaca ini. Memang sih kita sekarang sudah berada di dalam markas mereka.. Tapi kalau begini sama saja bohong!
"Shed, hentikan, kau tidak akan bisa mendobraknya" Sammon berkata dengan tenang.
Aku mengabaikan perkataan Kakakku dan terus mencoba mendobrak tembok kaca yang mengurung kita seperti di dalam sel kaca. Aku terus menendang, memukul, mendabrak dan hal lainnya agar tembok ini hancur. Tapi tidak ada yang berhasil, yang ada malah badanku yang hancur dan kecapaian.
"Shed, hentikan!" Sammon menarik tubuhku.
"Tak ada salahnya mencoba, lagi pula tidak ada jalan lain 'kan?" Kataku ngos-ngosan.
"Ada, ada jalan lain" Reiji tiba-tiba memotong.
"Oh ya?" Aku berbaring di lantai sembari mengelap keringat yang bercucuran. "Apa itu?" Lanjutku lagi setengah tak percaya.
Reiji tersenyum. Lalu dia berjalan ke tembok kaca yang dari tadi aku coba hancurkan. Reiji terlihat mengamati keadaan diluar sel kaca ini. Ruangan di luar sel tidak ada orang, karena Milo baru saja keluar, dan isinya lumayan sederhana. Hanya berisi seperangkat komputer-super canggih, meja dengan gadget-gadget gak jelas, sebuah lemari dan pintu besi.
"Kita bisa membuka ini dari luar. Dengan Pokemon" Kata Reiji.
"Ide yang bagus. Tapi sayang sekali karena POKEMON KITA 'KAN ADA DI LUAR!!" Aku berteriak emosi. Habis, kalau Pokemon kita ada disini, pasti aku sudah menggunakan Pokemonku dari tadi.

"Justru itu, kita menyuruh Pokemon kita yang berada di luar untuk membuka sel ini" Sammon tiba-tiba nyambung. Mereka sepertinya (lagi-lagi) memiliki pikiran yang sama, dan hanya aku yang tak berpikir sama seperti mereka. Aku jadi merasa bodoh sendiri.

"Shed, Aku sudah lama menjelajahi hutan, laut, gunung dan lain-lain. Maka dari itu, aku sering tertimpa bencana mulai dari badai di laut, sampai gunung meletus.dan bukanlah jarang aku terpisah dari Pokemon-Pokemonku saat bencana terjadi" Cerita Reiji.
"Wow, kasihan juga kau" Kataku santai. Reiji menatapku dengan tatapan yang berarti "berisik kau", lalu kembali bercerita.
"Karena itulah aku bisa memanggil Pokemonku dari jauh, bahkan saat sedang berada dalam PokeBall, untuk datang kepadaku"
"Apa?" Aku kurang menangkap kalimat Reiji. Tiba-tiba saja Reiji bersiul. Lalu langsung sunyi. Satu detik, lima detik, sepuluh detik. Tidak terjadi apa-apa.
"Mana, Reiji?" Kataku sedikit kesal.
Seketika saja, terjadi gempa kecil, dan DUAAR! tembok diluar ruangan runtuh!
 
"Siapa itu?!" Kataku panik. Dari situlah terlihat sesosok naga berwarna biru. Salamence milik Reiji.
"Sepertinya Pokemon kita berada di ruangan sebelah" Kata Sammon.
"Oke, Salamence, tolong keluarkan semua Pokemon kita dari PokeBall!" Salamence mengibaskan sayapnya, alhasil banyak PokeBall berterbangan. Para Pokemon pun keluar dari dalam PokeBall-nya.
"Yeah! Baiklah, semuanya hancurkan sel ini! SERAANG!" Aku memerintahkan semua Pokemon ku untuk menyerang. Tapi apa daya, tembok kacanya masih belum hancur juga! Bahkan tidak retak sekalipun!
"Sudah kuduga, cara manual tak akan bisa menghancurkannya" Gumam Sammon.
"Porygon2! Tolong buka selnya!" Lanjut Sammon.
Mata Porygon2 langsung tertuju pada sebuah komputer dengan layar besar.
Porygon2 berjalan mendekatinya, dan tiba-tiba saja Porygon2 menghilang!
"Kemana dia?" Reiji bingung.
"Lihat saja. Akan kubuktikan salah satu kelebihan manusia dibanding Pokemon" Sammon terlihat tenang dan tersenyum. Tak lama, Selnya terbuka secara otomatis!
Setelah itu Porygon2 terlihat di layar komputer tersebut dan keluar dari layar.

"Porygon2, seekor Pokemon ciptaan manusia yang memiliki kemampuan untuk memasuki jaringan komputer" Aku berusaha menjelaskan apa yang terjadi ke Reiji.
"Begitu ya, aku tidak tahu Porygon bisa sehebat itu, pantas saja harganya mahal" Reiji bergumam.
"Tapi yang ini gratis, karena aku menciptakannya sendiri dengan kejeniusanku! Hahaahahahaha!" Sammon tertawa bangga. Atau bisa aku bilang,menyombongkan dirinya.
Setelah sel terbuka, Pokemon kita langsung menyambut para pelatihnya masing-masing dengan gembira.
"Sekarang apa?" Tanya Reiji,.
"selamatkan Claire. Setelah itu, kita hancurkan tempat ini" Jawabku santai.


*Porygon2 picture from cyndaquil-cdb

Kembali ke Atas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"