Apa Itu "Shed's Blog" ?

Shed's Blog merupakan fanfiction Pokemon bersambung karya danielshedley.

Fanfiction ini menceritakan tentang petualangan Shed, seorang pelatih Pokemon muda yang memulai petualangannya di region Hoenn.
Ditemani dengan Pokemon-Pokemon-nya yang diberi nama panggilan yang unik-unik, Shed akan menjadi pelatih Pokemon terhebat!
(baca selengakapnya, Klik disini)



(fanfict ini buatan Dan dari website perjalananshed.blogspot.com..kalau kalian menemukan tulisan ini di tempat lain selain di web tersebut, berarti tulisan ini telah dibajak)
~danielshedley

©2009-2012 Shed's Blog Allright Reserved


Kamis, 24 Juni 2010

Entri #028 : Pertarungan Udara

"Baiklah, aku akan mengeluarkan Pokemon pertamaku! Swellow, maju!" Seekor Swellow keluar dari PokeBall-nya.  Sekarang langit sudah gelap, dan aku sedang ingin bertarung melawan Winona, ketua Gym kota Fortree. Tanpa sebab yang jelas, kita bertarung di sebuah bukit yang agak jauh dari kota Fortree. Kira-kira ada apa ya? Kenapa tidak di gedung Gym saja?
"Hey! Mana Pokemonmu?" Protes Winona.
"Oh iya!" Lamunanku buyar, aku pun langsung memanggil Synyster untuk bertarung. Pokemon bertipe Batu dan Besi macam Synyster pasti dengan mudah bisa menahan Swellow.
"Aron? Pilihan yang bagus" Winona tersenyum.
Claire dari tadi teriak menyemangatiku, disebelahnya ada Fadli yang sedang menengok kanan dan kiri, terkadang kebelakang, melihat kearah kaki bukit. Dia terlihat seperti seorang buronan yang sedang sembunyi dari polisi.
"Oke, kita mulai!" Teriak Winona.
"Swellow, Quick Attack!" Swellow melesat kencang.
Apa yang dia pikirkan? Serangan macam itu
tak akan bisa memberikan bekas apapun di kulit baja Synyster! Apakah Winona main-main?
"Synyster! Iron Defense!" Synyster bertahan. Quick Attack melaju kencang dan sukses mengenai Synyster. Namun benar kataku, Quick Attack bagi Synyster hanyalah sebuah sentuhan jari! Yang ada malah si Swellow yang terpental kebelakang.
"Oke..  Headbutt!" Synyster berlari kencang, bersiap menubruk Swellow yang terbaring di tanah. Namun gerak lamban Synyster, membuat Swellow terlebih dulu sadar. Swellow pun kembali terbang di udara. HeadButt meleset.
"Aron yang bagus" Gumam Winona. Unik? Apa maksudnya?
"Warna Aron-mu unik, Pokemon Shiny-kan?" Lanjut Winona.
"Hebat kan? Hehehe" Aku tertawa bangga.

Selama sekitar 5 menit lamanya, kejadian yang sama terus berulang; Swellow menyerang, Synyster bertahan, Swellow terpental, dan begitu terus tanpa berhenti. Terkadang dia menggunakan serangan lain, seperti; Wing Attack, Steel Wing dan lain sebagainya. Namun serangan apapun itu, hasilnya tetap sama saja.
"Winona berhenti bermain-main!" Protesku dari kejauhan.
Dari seberang lapangan, Winona tampak tersenyum. Tersenyum? Kenapa? Aku langsung mengambil "jarak". Dan mulai berhati-hati dengan Swellow. Senyuman macam itu sering aku temui. Senyuman itu berarti semua telah berjalan sesuai rencananya. Berarti semua hal "Swellow-menyerang-Synyster-Bertahan" itu bagian dari rencananya!

"Sekali lagi!" Perintah Winona. Swellow menukik tajam, melesat kearah Synyster. Namun ada yang beda, kali ini Winona tidak memerintahkan secara spesifik serangan yang akan digunakan!
"Synyster, Iron Defense!" Synyster bertahan, seperti kura-kura. "Sekarang, Swellow! Kepakan sayapmu!" Swellow mengepakan sayapnya, terjadi sebuah hembusan angin, Synyster terpental keudara.
"Bagus! Steel Wing!" Sayap Swellow bersinar, dan menyabetkan ke perut Synyster yang tak terlindungi. Synyster terpental semakin tinggi!
"Steel Wing! Lagi!" Hal yang sama terjadi. Synyster terpental semakin tinggi.
Aku tak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya memandang pemandangan ini. Synyster dibabat di udara.

Lalu disini keajaiban terjadi. Synyster bersinar. Awalnya aku kira sinar itu adalah Steel Wing, tapi sepertinya tidak. Sinar itu berasal dari Synyster! Pokemon kecil itu bersinar, disaat yang bersamaan, Swellow siap menghantamkan sayapnya dengan keras. Tapi, kali ini Swellow gagal. Sinar tersebut meredup. Swellow tampak kaget. Swellow yang niatnya ingin menyerang dari bawah, malah gagal dan tertimpa sesuatu (yang sepertinya Synyster). Synsyter yang bertambah besar dan menimpa Swellow jatuh dengan kecepatan tinggi. Swellow sukses KO setelah jatuh tertimpa Synyster. Aku mengadahkan PokeDex kearah Synyster, dan mendapati dia sudah bukan Aron, melainkan Lairon. Saat sedang hanyut dalam kemenangan, tak disangka, Synyster juga tumbang. Mungkin karena serangan beruntun dari Swellow tadi. Intinya, Synyster Vs. Swelllow berakhir seri.

Winona pun mengeluarkan Pokemon kedua-nya, yaitu Skarmory. Hmm.. Skarmory ya? Maka aku tahu cara tepat untuk melawannya. "Maxilliam! Lanjutkan!" Maxilliam si Magnemite keluar dari PokeBall. Entah kenapa, saat aku memanggil Maxilliam tadi, aku merasa seperti seorang presiden yang mau memenangkan pemilu.

Winona memasang mimik muka panik. Dari sini aku yakin, aku bisa memenangkan pertandingan ini. "Agility!" Skarmory bergerak dengan cepat. "Double team!" Skarmory menggandakan bayangan dirinya. Aku tahu persis apa maksudnya. Karena dia tak bisa menyerang, maka dia memilih menghindar. Tapi dia melupakan satu hal. "Maxilliam, aktifkan gaya tarik magnet!" Skarmory yang terbang berputar dengan sangat cepat, perlahan melamban, dan melamban, sampai akhirnya aku yakin Maxilliam bisa menyerangnya. "Maxilliam, Thunder Bolt!" BLEGER!! Sengatan listrik melukai Skarmory hingga dia lemas tak berdaya. Maxilliam sukses mengalahkan Skarmory secara  perfect.

"Baiklah, aku tak mau main-main disini! Altaria, maju!" Pokemon naga bersayap seperti awan keluar dari dalam PokeBall. "Sama saja" Gumamku sombong. "ThunderBolt!" Sengatan listrik itu bergerak menuju Altaria. "Huh, serangan macam itu tak akan bisa melukai Altaria! Dragon Breath!" Thunder Bolt dan DragonBreath beradu. Terjadi sebuah ledakan kecil. Asap akibat ledakan lama-lama mulai memudar.. dan aneh. Altaria sudah tidak berada di posisinya!
"Kemana dia?" Tanyaku bingung. Namun pertanyaanku langsung terjawab begitu melihat Altaria berada tepat diatas Maxilliam. "Habisi! Flamethrower!" Sebuah lidah api melalap abis Maxilliam. Maxillaim resmi menjadi besi gosong.
"Baiklah, Shed, karena ini pertandingan 3 lawan 3, maka pilihlah Pokemon terakhirmu" Aku pun mengeluarkan Pokemon-ku satu-satunya yang bisa melawan Pokemon naga, yaitu Justice si Bagon. "Justice! maju!" Pokemon naga kecil itu terlihat bersemangat. "Sangat berani" Kata Winona, pelan.
"Baiklah Justice! Dragon Breath!" Aku tidak berharap banyak dari Justice tapi, ajaib, Dragon Breath sukses melukai Altaria!
"Yeah! Bagus!" teriakku senang.
"Cih, Altaria Dragon Claw! kita habisi!" Altaria melesat kencang. aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku pun mengambil tindakkan ceroboh. "Justice... Draco Meteor!"
"Draco Meteor? itukan serangan dari daerah Sinnoh!" Fadli spontan berteriak.
Justice melontarkan bola-bola api seperti meteor kearah Altaria. Altaria terlihat terluka karena serangan tersebut. Altaria terjatuh. Namun Altaria masih bisa berdiri. "Oke, cukup bermain-main! DragonBreath!" Winona tampak kesal. Lidah api DragonBreath sukses menjatuhkan Justice. Justice tak berdaya. Aku pun hanya bisa bengong dan mendapati bahwa aku.. kalah melawan Winona.


Kembali ke Atas

3 komentar:

  1. wah kekalahan pertama shed di Gym ya?

    BalasHapus
  2. Owo, ini kekalahan pertama Shed dlm Gym Battle o.O

    BalasHapus
  3. kekalahan ke 2 dong. yang pertama kan di Dewford sama Brawly.

    BalasHapus

"