Siang terik di kota Fortree yang panas seakan membakar semangatku untuk berpetualang lagi.
"Jadi nanti sore kalian sudah mau pergi?" Dahi Fadli mengkerut.
"Iya, ingin secepatnya sampai ke Lilycove"
"Kenapa begitu terburu-buru?"
"Tidak apa-apa.. aku hanya ingin sampai sana dengan cepat Hahahaha" Aku tertawa ringan.
Kemenangan melawan Winona telah mengubah pikiranku tentang kekalahan. Bahwa kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Benar juga kata banyak orang.
Dengan 6 lencana, sudah bisa meyakinkanku untuk memenangkan Liga di kota Evergrande nanti.
PIP PIP PIP. Terdengat bunyi telepon.
"PokeNav-ku. hehehe" Fadli menyengir, dan minta permisi sebentar untuk mengangkat telefonnya. Sambil menunggu, aku mengutak-atik Pokedex-ku sambil duduk di kursi teras depan rumah Fadli. Tak lama kemudian Claire datang dan langsung duduk disebelahku.
"Kapan pergi? aku sudah siap-siap" Claire membuka topik pembicaraan.
"Hmm? Masih nanti sore kok. ngapain buru-buru?" Aku menjawab acuh.
"Oh yasudah. nyantai aja kali jawabnya" Claire tiba-tiba sewot.
....
...
...
"Claire?"
"Hmm?"
"Saat aku bertarung tadi, apa kau merasa--"
"Shed Shed Shed!!!Bagaimana kalau kuantar??" Fadli yang berada di dalam rumah langsung berlari tergopoh-gopoh keluar.
"Ke.. kenapa tiba-tiba begitu? Bikin kaget saja" Aku melihat Fadli yang terlihat sedang panik. Ada apa sebenarnya?
"Mengantar? Hahaha.. tidak usah.. kita sudah biasa jalan. Ya 'kan Shed?"
"Seharusnya aku yang bicara seperti itu"
"Kau yakin? soalnya. uhh.. di rute 120 itu hujan deras banget! Kalau kuantar bisa lewat diatas awan hujan pakai Pidgeot!"
"Hahaha.. tidak usah Fadli. kalau hujan doang sih aku dan Claire sudah biasa"
"Apa? Hujan? kalo gitu dianterin aja deh!" Tiba-tiba Claire malah berubah pikiran.
"Heh?"
"Bagaimana? tapi aku tak bisa ikut" Fadli menggaruk kepalanya.
"Ayolah Shed! Ya? ya?" Claire memaksa. Aku pun tak bisa berkata buat apa-apa
Apa Itu "Shed's Blog" ?
Shed's Blog merupakan fanfiction Pokemon bersambung karya danielshedley.
Fanfiction ini menceritakan tentang petualangan Shed, seorang pelatih Pokemon muda yang memulai petualangannya di region Hoenn.
Ditemani dengan Pokemon-Pokemon-nya yang diberi nama panggilan yang unik-unik, Shed akan menjadi pelatih Pokemon terhebat!
(baca selengakapnya, Klik disini)
(fanfict ini buatan Dan dari website perjalananshed.blogspot.com..kalau kalian menemukan tulisan ini di tempat lain selain di web tersebut, berarti tulisan ini telah dibajak)
~danielshedley
(baca selengakapnya, Klik disini)
(fanfict ini buatan Dan dari website perjalananshed.blogspot.com..kalau kalian menemukan tulisan ini di tempat lain selain di web tersebut, berarti tulisan ini telah dibajak)
~danielshedley
©2009-2012 Shed's Blog Allright Reserved
Tampilkan postingan dengan label fadli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fadli. Tampilkan semua postingan
Selasa, 03 Agustus 2010
Jumat, 16 Juli 2010
Entri #029 : Celah
"Hey Shed.." Claire menyapaku yang sedang duduk termenung di teras rumah pohon milik Fadli. Ya, Fadli mengizinkan kita untuk menginap disini selama beberapa hari.
"Masih terpukul dengan kekalahanmu tadi malam?"
"Bukan terpukul, aku hanya bingung kenapa aku bisa kalah" Jawabku acuh.
"Artinya sama saja" Kata Claire sambil menyodorkan minuman kepadaku.Minuman yang diberikan Claire sudah agak dingin. Mungkin karena pagi ini sangat sejuk. Belum lagi rumah pohon ini yang berada di ketinggian.
"Kau tahu Claire.. Aku baru dua kali kalah dalam pertarungan Gym" Kataku sambil meneguk minuman tersebut. "Benarkah?" Claire menengok kearahku. "Hebat sekali! Kalau begitu berarti kau kuat dong!" Aku tertawa kecil. "Aku memang dilatih sejak kecil oleh kakakku. Cara mengantisipasi serangan, menebak strategi dan lain sebagainya".
Claire tersenyum.
"Sangat berbeda dengan--"
"--Milo" Aku memotong kalimat Claire yang belum selesai. "Maaf nih Claire, tapi aku sudah cukup mendengar curhatanmu mengenai dia"
"Aku mengerti kok" Senyum Claire makin lebar.
Merasa gak enak. aku pun diam. Berharap Claire mengubah
"Masih terpukul dengan kekalahanmu tadi malam?"
"Bukan terpukul, aku hanya bingung kenapa aku bisa kalah" Jawabku acuh.
"Artinya sama saja" Kata Claire sambil menyodorkan minuman kepadaku.Minuman yang diberikan Claire sudah agak dingin. Mungkin karena pagi ini sangat sejuk. Belum lagi rumah pohon ini yang berada di ketinggian.
"Kau tahu Claire.. Aku baru dua kali kalah dalam pertarungan Gym" Kataku sambil meneguk minuman tersebut. "Benarkah?" Claire menengok kearahku. "Hebat sekali! Kalau begitu berarti kau kuat dong!" Aku tertawa kecil. "Aku memang dilatih sejak kecil oleh kakakku. Cara mengantisipasi serangan, menebak strategi dan lain sebagainya".
Claire tersenyum.
"Sangat berbeda dengan--"
"--Milo" Aku memotong kalimat Claire yang belum selesai. "Maaf nih Claire, tapi aku sudah cukup mendengar curhatanmu mengenai dia"
"Aku mengerti kok" Senyum Claire makin lebar.
Merasa gak enak. aku pun diam. Berharap Claire mengubah
Kamis, 24 Juni 2010
Entri #028 : Pertarungan Udara
"Baiklah, aku akan mengeluarkan Pokemon pertamaku! Swellow, maju!" Seekor Swellow keluar dari PokeBall-nya. Sekarang langit sudah gelap, dan aku sedang ingin bertarung melawan Winona, ketua Gym kota Fortree. Tanpa sebab yang jelas, kita bertarung di sebuah bukit yang agak jauh dari kota Fortree. Kira-kira ada apa ya? Kenapa tidak di gedung Gym saja?
"Hey! Mana Pokemonmu?" Protes Winona.
"Oh iya!" Lamunanku buyar, aku pun langsung memanggil Synyster untuk bertarung. Pokemon bertipe Batu dan Besi macam Synyster pasti dengan mudah bisa menahan Swellow.
"Aron? Pilihan yang bagus" Winona tersenyum.
Claire dari tadi teriak menyemangatiku, disebelahnya ada Fadli yang sedang menengok kanan dan kiri, terkadang kebelakang, melihat kearah kaki bukit. Dia terlihat seperti seorang buronan yang sedang sembunyi dari polisi.
"Oke, kita mulai!" Teriak Winona.
"Swellow, Quick Attack!" Swellow melesat kencang.
Apa yang dia pikirkan? Serangan macam itu
"Hey! Mana Pokemonmu?" Protes Winona.
"Oh iya!" Lamunanku buyar, aku pun langsung memanggil Synyster untuk bertarung. Pokemon bertipe Batu dan Besi macam Synyster pasti dengan mudah bisa menahan Swellow.
"Aron? Pilihan yang bagus" Winona tersenyum.
Claire dari tadi teriak menyemangatiku, disebelahnya ada Fadli yang sedang menengok kanan dan kiri, terkadang kebelakang, melihat kearah kaki bukit. Dia terlihat seperti seorang buronan yang sedang sembunyi dari polisi.
"Oke, kita mulai!" Teriak Winona.
"Swellow, Quick Attack!" Swellow melesat kencang.
Apa yang dia pikirkan? Serangan macam itu
Rabu, 16 Juni 2010
Entri #027 : Rumah Pohon
"Milo? Apakah itu kau?" Aku melihat Milo berdiri tak jauh dariku. Saat kupanggil, Milo menoleh kearahku, dengan pandangan kosong. "Apa yang kau lakukan disini?" Tanyaku. Dia tidak menjawab. Tubuhnya bersinar.. semakin terang. "Apa yang? ada apa ini?" Aku kebingungan, menengok kanan dan kiri, semuanya gelap, hanya warna hitam menyelimuti. Namun tak jauh dariku, terlihat Kakakku bersama Porygon2 kesayangannya. Tanpa alasan yang jelas, Porygon2 kakakku menggunakan Hyper Beam ke arah Milo. "Hey Kak! Apa yang kau lakukan!?" Aku berteriak. Badanku tak bisa bergerak. Kaku. Hyper Beam melesat kencang ke arah Milo dan mengenai tubuhnya. Milo hilang. Lenyap. Tepat di depan mataku.
Menyesal karena tidak bisa menyelamatkannya, aku pun berteriak kencang.
Tiba-tiba pemandangan berubah. Aku sedang berada di tempat tidur. Di sebuah ruangan
Menyesal karena tidak bisa menyelamatkannya, aku pun berteriak kencang.
Tiba-tiba pemandangan berubah. Aku sedang berada di tempat tidur. Di sebuah ruangan
Langganan:
Komentar (Atom)

