Apa Itu "Shed's Blog" ?

Shed's Blog merupakan fanfiction Pokemon bersambung karya danielshedley.

Fanfiction ini menceritakan tentang petualangan Shed, seorang pelatih Pokemon muda yang memulai petualangannya di region Hoenn.
Ditemani dengan Pokemon-Pokemon-nya yang diberi nama panggilan yang unik-unik, Shed akan menjadi pelatih Pokemon terhebat!
(baca selengakapnya, Klik disini)



(fanfict ini buatan Dan dari website perjalananshed.blogspot.com..kalau kalian menemukan tulisan ini di tempat lain selain di web tersebut, berarti tulisan ini telah dibajak)
~danielshedley

©2009-2012 Shed's Blog Allright Reserved


Tampilkan postingan dengan label synyster. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label synyster. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Januari 2012

Entri #054 - Keluarga

"Baiklah, habisi dengan Leaf Blade!!" Skywalker, Sceptile kesayanganku langsung bergerak cepat dan menyerang Seaking. Dan bisa ditebak, Seaking tersebut langsung kalah.

"Aku menang, Wallace" Kataku.
"Hahaha, hebat juga kau 'nak" Wallace berjalan mendekatiku.
"Ini, Lencana terakhirmu" Wallace memberikanku lencana hujan. Lencana terakhir yang harus kudapatkan agar bisa ikut dalam Liga Pokemon di kota Ever Grande.

Kamis, 18 Agustus 2011

Entri #50 - Beberapa Menit Yang Lalu

Beberapa menit yang lalu...



"Latias dan Latios? Kau memiliki mereka?"

"Kau takut?"

"Tidak, aku malah merasa tertantang" Balasku mencoba untuk optimis.

Memang aku merasa tertantang, tapi aku tak begitu yakin akan menang. Ah, tidak, aku harus optimis. Aku pasti bisa melawan duo naga tersebut.

"Omong-omong, aku hanya ingin memberitahu kalau duo Pokemon naga ini kudapatkan dengan bantuan Claire" Kata Milo.

"Aku dan Claire memiliki semacam kekuatan untuk memanggil Latias dan Latios", Lanjutnya.

"Oh ya?" Balasku acuh. Dasar Milo aneh, disaat seperti ini malah bercerita.

"Sebenarnya, saat di kota Mosdeep kami berusaha untuk menangkap kau dan Claire bersamaan, namun sayang kalian bertengkar, jadi kau tak bisa tertangkap"

"Maksudmu perihal aku dan Claire dikejar Heracross di Safari Zone itu ulah kalian?"

Kamis, 20 Januari 2011

Entri #041 : Lencana

"Synyster, kau tak apa-apa?"
Pokemon berpelindung baja itu mengangguk, mencoba bangkit dan melanjutkan pertandingan. Justice menghampiri Synyster yang sepertinya terluka parah. Jujur saja, aku sama sekali belum pernah melihat Future Sight, mungkin, itu yang membuatku lengah.
"Baiklah, Claire, kau mungkin bertambah kuat.." Kataku. Claire tersenyum.
"..Walau hanya sedikit sekali" Senyum Claire terhapus, terganti dengan cemberut dan raut wajah kesal.
"Flygon, Lugia, Seraaang!!!!" Claire memerintah dengan nada kesal. 
Flygon dan Lugia.. atau.. ehm.. Xatu, melesat dengan kecepatan penuh. Seperti mau melakukan semacam Quick Attack tapi lebih kuat.
Ini dia yang kuharapkan.
"Syn! Protect!" Synyster membentuk medan energi yang melindunginya dari serangan kedua Pokemon tersebut. Kedua Pokemon tersebut menabrak medan energy yang dibuat Synyster, terpental dan terjatuh secara bersamaan ke tanah.

Sabtu, 01 Januari 2011

Entri #040 : Tidak Diketahui

"Shed, bangun. Shed" Terdengar suara samar-samar entah darimana asalnya.
"Baiklah, jika kau memaksaku dengan cara alternatif" Terdengar suara itu lagi.
Tiba-tiba saja.... BZZZTT!! Ada sengatan listrik yang mengalir ditubuhku! Aku langsung sekejap membuka mata dan bangun dari tidur.
"Akhirnya kau bangun juga" Ternyata suara itu adalah suara kakakku yang sedang berdiri disamping tempat tidur dan mencoba membangunkanku.
"Se.. Sejak kapan Kakak bisa masuk sini?" Tanyaku terbata.
"Kau lupa mengunci pintunya" Kakakku tertawa kecil.
"Oh iya, Claire memintamu untuk datang ke Gym sekarang" Lanjutnya lagi.
Aku menaikan alis.
"Cepat. Gym Mosdeep. Kesana. Claire"
"OH IYA! AKU BELUM LAWAN GYM!" Aku langsung bergegas menyiapkan barang-barang. 10 menit kemudian aku langsung berlari menuju Gym Kota Mosdeep yang jaraknya tidak begitu jauh dari Pokemon Center ini.
Tak lama setelah sampai di depan Gym, Tate & Liza terlihat berada di depan pintu Gym.
Seketika itu juga aku langsung menantang Tate dan Liza untuk langsung melaksanakan pertarungan Gym,tapi mereka menggelengkan kepala. Kata mereka, mereka tidak bisa menerima tantanganku hari ini karena mereka harus ikut "membereskan" Gedung Antariksa yang kemarin bermasalah.
"Sebagai gantinya, kami punya pelatih substitusi khusus untuk hari ini" Kata Liza tersenyum. Aku mengerutkan dahi. Entah apa yang dimaksud mereka berdua, satu hal yang pasti, mereka hari ini tidak bisa bertarung.
"Orang yang menggantikan kami sudah ada dibelakangmu" Tambahnya lagi. Aku menoleh kebelakang dan... Yak, benar, itu adalah.. Claire.
"Kalian bercanda" Kataku tidak percaya.
"Kami tidak bercanda" Tate mengehela napas.
"Kami serius"
"Lencana Gym ada di tangan dia"
"Lawan dia kalau mau medapatkannya"
Jawab si kembar secara bergantian.
Liza dan Tate langsung pergi begitu saja meninggalkanku. Jadi ini serius?


Aku mengambil salah satu PokeBall yang berada di ikat pinggangku, begitu juga Claire.
"Tate dan Liza keracunan apa sehingga memilihmu sebagai pengganti?"
Claire tersenyum, "Shed, aku sudah melatih Pokemon-ku. Aku yakin kau akan kewalahan melawan mereka"
"Hahahaha! Kewalahan? coba buktikan!" Aku tertawa sombong. Tangan kanan Claire menggenggam PokeBall, sementara tangan kirinya sedang berusaha mengambil PokeBall lagi.
Pertarungan ganda, pikirku.
"Maju! Skarmory dan Politoed!" Dua ekor Pokemon burung baja dan kodok hijau itu berdiri tegap di depannya. Politoed? Rupanya Poliwhirl sudah berevolusi ini berarti dia benar-benar latihan.
Aku mengambil beberapa langkah mundur, untuk membuat jarak yang akan digunakan untuk arena pertarungan. Aku juga gak berpikir, kenapa kita tidak bertarung di dalam Gym saja ya?
Setelah mundur beberapa lagkah, aku memperhatikan kedua Pokemon Claire yang terlihat bersemangat.
Aku berpikir sebentar untuk memutuskan Pokemon apa yang akan kugunakan.
"Tidak usah terlalu susah memilih Pokemon, Shed! ini pertarungan 4 lawan 4" Kata Claire seakan dia barusan membaca pikiranku.
"Oke, kalau begitu, Skywalker dan Poseidon! maju!" Pokemon kadal pohon dan bintang laut tersebut keluar dari Pokemonnya. Mereka berdua tidak kalah bersemangat. Aku sendiri malah agak deg-deg-an karena belum pernah melawan Claire sebelumnya, jadi aku tidak tahu strategi dia, belum lagi Claire sering melihatku bertarung, jadi mungkin dia sudah bisa membaca gerak-gerikku. Ini sepertinya akan menjadi pertarungan yang sulit.
"Oke Shed, penantang maju duluan"
"Tidak perlu repot-repot, Claire. Ladies first"
"Baiklah kalau begitu" Claire menyetujui. "Skarmory, Drill Peck ke Sceptile!"

~ Sementara itu di Pokemon Center tanpa sepengetahuanku...

"Jadi, Sam, apa yang kita lakukan sekarang?" Tanya Wallace. Sammon tampak sedang sibuk menatap layar laptopnya. Wallace yang merasa dihiraukan langsung menepuk pundak Sammon.
"Kita tinggal melacak keberadaan para divisi 2" Jawab Sammon seadanya.
"Iya aku tahu, tapi bagaimana caranya??" Wallace terlihat tidak puas dengan jawaban Sammon. Sammon terus sibuk menatap layar laptopnya.
"Sip! Selesai!" Sammon tiba-tiba bersorak. Entah dia bersorak karena apa, yang pasti, kalimat itu selalu keluar dari mulutnya jika dia telah berhasil membuat penemuan kecil-kecilan.
"Ini adalah perangkat lunak buatanku! Perangkat lunak ini akan membuat peta 3 Dimensi sesuai dari pantulan gelombang suara" Sammon melepas kacamata plusnya yang jarang dia pakai kecuali dia sedang melakukan hal yang membutuhkan konsentrasi penuh, seperti hal ini.
"Membantu dalam menyelinap di markas mereka" Tambah Sam.
"Wow.. sepertinya selain pintar dalam hal Pokemon kau juga pintar dalam beginian juga ya!" Wallace takjub.
"Hanya pintar dalam satu bidang saja tidak cukup" Balas Sammon sekenanya. Tak lama Sammon mengeluarkan Porygon2-nya dari PokeBall. "Sekarang perangkat lunaknya akan kuprogram dalam Porygon2, sehingga bisa dibawa kemana-mana" Sammon mengeluarkan seutas kabel penghubung dari dalam jas lab-nya (dia memang aneh, jalan-jalan kok pakai jas lab). Kabel tersebut ditempelkan di kepala Porygon2 sedangkan ujung lainnya dipasangkan di laptopnya.
"Bersiaplah Porygon2" Sammon menggulung kedua lengan jas lab-nya.

~ Kembali ke pertarungan Shed dan Claire..

"Politoed, awas!!!" BRAAK! Politoed tertimpa Skarmory yang terpental! Politoed tampak kesulitan untuk bangun karena badannya yang ditimpa oleh Skarmory.
"Habisi! Poseidon, Ice Beam! Skywalker Bullet Seed!" dua serangan kombinasi tersebut langsung mengenai Skarmory dan Politoed secara telak. Kedua Pokemon Claire tersebut tidak bisa melanjutkan pertandingan.
"Kau tidak mungkin bisa mengalahkanku, Claire. Semua Pokemon-ku telah melewati gunung dan laut bersamaku sejak lama. Kemampuan mereka jangan ditanya" Lagi-lagi aku menyombongkan diri.
"Oh ya? Coba lawan yang ini! Flygon maju!" Pokemon naga-capung keluar.
"Flygon? Keren juga, Vibrava-mu telah berubah ya? Lalu, mana Pokemon kedua-" Belum sempat menyelesaikan kalimatku, Claire langsung memotong.
"Dan yang kedua, Lugia! Maju!"
"APA!!?!??!!?! LUGIA!?!?!?!"

Sabtu, 16 Oktober 2010

Entri #035 : Filler

"Oke, Poseidon, habisi dengan Bubblebeam!" Pokemon bintang laut tersebut pun berhasil menjatuhkan lawan, yg anehnya, bertipe listrik. Agak tidak masuk akal bukan? Seharusnya Pokemon listrik bisa menang melawan Pokemon air.
"Wah, pertandingan yang hebat. Staryu-mu keren"
"Hahaha, Manectric-mu juga kuat kok" Aku mencoba rendah hati, dan menghibur lawanku.

Kapal ferry yang menuju ke kota Mosdeep ini, memang berisi para pelatih yang kuat-kuat. Pelatih dari berbagai macam daerah berkumpul. Kemampuan mereka juga berbeda-beda. Tapi, seperti apapun, semua yang ada disini kuat. Pantas saja aku bisa naik. hehehe..
"Hey, Shed! Sebelah sini!" Terdengar suara Claire diantara lautan manusia di kapal ini.
Ya, kapal ini memang ramai, karena kota Mosdeep itu sendiri merupakan Gym ke 6, yang berarti sudah dekat ke Liga. Makanya ramai oleh pelatih-pelatih kuat.
"Shed! disini!" Teriak Claire lagi.
Ternyata Claire sedang duduk di sebuah kafe. Aku pun datang menghampirinya.

"Perhatian para penumpang, sebentar lagi kita akan sampai di pelabuhan kota Mosdeep" Terdengar suara pengumuman. Mosdeep sudah di depan mata, itu berarti, Gym selanjutnya!

Senin, 06 September 2010

Entri #033 : Kota Lilycove

"Jadi kau kalah dalam Kontes Pokemon tadi?"
"Iya, entah kenapa Pokemon-ku tidak mau bergerak saat kusuruh tadi" Jawab Claire.
Setelah kekecewaan kami di Safari Zone tadi, Claire memutuskan untuk berbelanja di department store kota Lilycove. Kata Claire, belanja bisa menenangkan pikiran. Oh ya? Padahal dengan belanja uang kita akan terkuras yang berarti.. tambah stress karena gak ada uang.
"Shed, lebih baik Full Restore atau Hyper Potion?"
"Terserah kau" Claire mengambil satu Hyper Potion dari rak penjualannya.
"Jadi Claire, Heracross tadi benar-benar menyerangmu duluan?"
"Tentu saja. Bukannya kau bilang kau percaya?" Balas Claire sewot.
"Ya.. habis jika dipikir-pikir.. kau 'kan agak ceroboh orangnya. Jadi.."
"Kau menuduhku berbohong?"
Dari sini perselisihan mulai terjadi. Habis aku agak bingung juga. Tak mungkin Heracross itu menyerang duluan, apalagi sampai bergerombol.
"Yasudahlah, lagipula Heracross tersebut menyerang atau tidak, tidak mengubah apa-apa kan?"
"'Yasudahlah'!? Aku kehilangan Heracross, Pikachu dan Rhyhorn kau bilang 'Yasudahlah'!?"
Keadaan semakin panas.
"Oke, kalau kau tak mau denganku lagi pergi saja!" Claire semakin menaikan nada suaranya.
"Siapa bilang aku mau denganmu!? Aku memang sudah malas dari dulu! Aku akan ke kota Mosdeep sendiri!"
Dengan emosi yang memuncak, aku pun meninggalkan Claire di department store. Aku pun menuju pantai Lilycove.

Jumat, 16 Juli 2010

Entri #029 : Celah

"Hey Shed.." Claire menyapaku yang sedang duduk termenung di teras rumah pohon milik Fadli. Ya, Fadli mengizinkan kita untuk menginap disini selama beberapa hari.

"Masih terpukul dengan kekalahanmu tadi malam?"

"Bukan terpukul, aku hanya bingung kenapa aku bisa kalah" Jawabku acuh.
"Artinya sama saja" Kata Claire sambil menyodorkan minuman kepadaku.Minuman yang diberikan Claire sudah agak dingin. Mungkin karena pagi ini sangat sejuk. Belum lagi rumah pohon ini yang berada di ketinggian.
"Kau tahu Claire.. Aku baru dua kali kalah dalam pertarungan Gym" Kataku sambil meneguk minuman tersebut. "Benarkah?" Claire menengok kearahku. "Hebat sekali! Kalau begitu berarti kau kuat dong!" Aku tertawa kecil. "Aku memang dilatih sejak kecil oleh kakakku. Cara mengantisipasi serangan, menebak strategi dan lain sebagainya".


Claire tersenyum.


"Sangat berbeda dengan--"
"--Milo" Aku memotong kalimat Claire yang belum selesai. "Maaf nih Claire, tapi aku sudah cukup mendengar curhatanmu mengenai dia"

"Aku mengerti kok" Senyum Claire makin lebar.

Merasa gak enak. aku pun diam. Berharap Claire mengubah

Kamis, 24 Juni 2010

Entri #028 : Pertarungan Udara

"Baiklah, aku akan mengeluarkan Pokemon pertamaku! Swellow, maju!" Seekor Swellow keluar dari PokeBall-nya.  Sekarang langit sudah gelap, dan aku sedang ingin bertarung melawan Winona, ketua Gym kota Fortree. Tanpa sebab yang jelas, kita bertarung di sebuah bukit yang agak jauh dari kota Fortree. Kira-kira ada apa ya? Kenapa tidak di gedung Gym saja?
"Hey! Mana Pokemonmu?" Protes Winona.
"Oh iya!" Lamunanku buyar, aku pun langsung memanggil Synyster untuk bertarung. Pokemon bertipe Batu dan Besi macam Synyster pasti dengan mudah bisa menahan Swellow.
"Aron? Pilihan yang bagus" Winona tersenyum.
Claire dari tadi teriak menyemangatiku, disebelahnya ada Fadli yang sedang menengok kanan dan kiri, terkadang kebelakang, melihat kearah kaki bukit. Dia terlihat seperti seorang buronan yang sedang sembunyi dari polisi.
"Oke, kita mulai!" Teriak Winona.
"Swellow, Quick Attack!" Swellow melesat kencang.
Apa yang dia pikirkan? Serangan macam itu

Kamis, 27 Mei 2010

Entri #025 : Jangan Lihat dari Luar

Pagi yang cerah mengawali lanjutnya perjalananku. Oke, 'kami' kalau ditambah Claire. Aku bersiap untuk segera pergi, walaupun si Claire minta ditunggu karena dia masih harus menyiapkan barang ini-itu. Dasar.
"Baiklah Shed, jalan menuju kota Fortree itu panjang, melelahkan dan dingin karena hujan lebat yang hampir setiap hari mengguyur rute 119 bahkan terkadang rute 118 juga" Jelas Kakakku dengan keadaan masih baru bangun tidur; rambut berantakan, muka kusam, dan sambil gosok gigi.
"Baik terima kasih kak... CLAIRE AYO CEPAT" Panggilku geram. Claire menyahut dan berkata bahwa dia bentar lagi selesai. "Jangan kasar sama perempuan" Celetuk Kakakku.

Kamis, 04 Maret 2010

Entri #018 : Yang Kau Pikirkan

"Baiklah Claire, kau sudah mendapatkan Skarmory kesayanganmu, berarti aku boleh pergi sekarang?" Gumamku kesal kepada Claire yang sedang duduk di depanku di kafetaria Pokemon Center Fallarbor. "Hmm.. bagaimana ya? Memang kau mau kemana Shed?" Claire bertanya balik. Kalau ditanya seperti itu aku bingung juga. Yang terpenting sih, aku harus bisa menghindar dari anak menyebalkan ini. Aku mengoprek-oprek tasku dan mengambil PokeNav. PokeNav-nya pun kunyalakan. Sedikit ku utak-atik, sampai akhirnya aku mengetahui bahwa di dekat sini, ada sebuah gua yang berisi banyak Pokemon langka, bernama Meteor Falls. Merasa telah menemukan tujuan aku langsung berbicara dengan Claire.
"Claire, kau tahu sesuatu tentang Meteor Falls? Aku ingin kesana"
Claire tidak menjawab. Dia terdiam, menerawang ke arah jendela sambil memain-mainkan rambutnya yang tergerai. Sesekali dia menghela nafas, dan merunduk kebawah lalu menerawang lagi. Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan, yang jelas, dia telah mengabaikan pembicaraanku.
"Claire? Kau kena.."

Minggu, 14 Februari 2010

Entri #016 : Tidak Memiliki Evolusi

"Bagaimana bisa? maksudku, aku tahu Porygon2 menggunakan Ice Beam, tapi mengapa dia bisa menembus badai pasir dengan mudah!?" Tanya Ayahku keheranan. "Mudah saja, aku menyuruh Porygon2 untuk menjiplak kemampuan Tudung Pasir milik Cacturne, dengan begitu, Porygon2 bisa melihat di badai pasir dengan mudah" Jawab kakakku santai. "Muahahahaha! Cerdik sekali!!" Wattson tertawa dengan kencang, aku tidak tahu persis apa yang lucu dari itu. Aku pun langsung bertanya pada kakak, akan apa yang harus kulakukan sekarang.

Sabtu, 30 Januari 2010

Entri #014 : Kegelapan Yang Bersinar

 Setelah sekitar 1 bulan berkelana, saatnya bersantai-santai dirumah! Karena aku di sini hanya beberapa hari, jadi aku harus memanfaatkan waktu ini dengan baik. "Shed!!" Ibuku memanggil. "Ada apa, bu?" Sahutku. Ibuku sedang berada di dapur, sedang memasak dibantu oleh Ralts-nya. Oh iya, melihat Ralts, aku jadi ingat Milo. Kira-kira dia bagaimana ya? Lombanya sudah berakhir dari kemaren sih, mungkin dia sudah berkelana lagi. Semoga dia baik-baik saja. "Hey, jangan melamun" Lamunanku dibuyarkan ibu. "Jalan-jalan dikota sana, jangan jadi anak rumahan" Katanya.. Aku pun menuju halaman belakang, untuk membawa salah satu antara Synyster atau Skywalker yang akan aku bawa jalan-jalan. Akhirnya aku memutuskan membawa Synyster jalan-jalan di kota, dan memasukan Skywalker kedalam PokeBall. "Aku pergi dulu ya!" Aku pun keluar rumah untuk jalan-jalan.

Rabu, 13 Januari 2010

Entri #011 : Waktu Untuk Menunggu

EPISODE 11 -

Sial itu bukan Milo, melainkan...

Kamis, 07 Januari 2010

Entri #010 : Emas & Koki

EPisode 5!!! oh wait, this is getting kinda awkward. maybe from now on, i'll never use opening again. lol
(arti: Gajah itu karnivora. enggalah, di translet pake mbah gugel translet aje)

"Skywalker"
"Kau tidak apa-apa?" Resahku terhadap Skywalker. Skywalker sekarang sedang berjalan di sampingku, dia sudah sembuh dari cedera akibat pertarungan melawan Brawly, dan sekarang kita mau mencoba berlatih di Gua Granite yang berada di dekat pantai kota Dewford. "maaf ya waktu itu aku terlalu memaksakanmu, sepertinya aku terlalu egois sekali" Skywalker hanya menoleh padaku sambil mengangguk dan sedikit
"