Apa Itu "Shed's Blog" ?

Shed's Blog merupakan fanfiction Pokemon bersambung karya danielshedley.

Fanfiction ini menceritakan tentang petualangan Shed, seorang pelatih Pokemon muda yang memulai petualangannya di region Hoenn.
Ditemani dengan Pokemon-Pokemon-nya yang diberi nama panggilan yang unik-unik, Shed akan menjadi pelatih Pokemon terhebat!
(baca selengakapnya, Klik disini)



(fanfict ini buatan Dan dari website perjalananshed.blogspot.com..kalau kalian menemukan tulisan ini di tempat lain selain di web tersebut, berarti tulisan ini telah dibajak)
~danielshedley

©2009-2012 Shed's Blog Allright Reserved


Sabtu, 18 Juni 2011

Entri #049 - Memori yang Buram

"Baiklah, kalau begitu biarkan aku pergi menyelamatkan mereka"
"Kau.. tidak berpikir aku akan membiarkanmu begitu saja bukan?"
Aku tersenyum lebar. Kedua tanganku bersiap untuk melempar PokeBall.
Milo ikut tersenyum.

"Maju! Latias dan Latios!" Milo berteriak kencang.
Dua sosok naga berwarna merah dan biru muncul tiba-tiba. Apa? Latias dan Latios? Dua Pokemon legenda itu? Bagaimana Milo bisa mendapatkannya?
"La..tias-Latios? Kau memiliki mereka?"
"Kau takut?", Milo menaikan alis matanya.
"Tidak, aku malah sangat merasa tertantang"


~Sementara itu, di bagian lain dari marka Divisi 2... (prespektif Claire)

Aku terbangun disebuah ruangan. Aku tidak begitu yakin berada dimana sekarang, pengelihatanku masih buram.
"Claire? Akhirnya kau sadar juga", terdengar suara yang sangat familiar.
Shed? tidak. Suara Shed tidak seperti ini, suara Milo juga tidak... Lantas suara siapa? terdengar sangat familiar.
Semakin lama pengelihatanku semakin jelas, semakin jelas, dan semakin jelas.
"Kenapa? kau masih mengantuk ya?" Terdengar suara yang sama.
Oh, rupanya suara itu berasal dari.. Aime.

Badanku terasa ringan, seperti aku telah lama tertidur. Aku juga tidak bisa mengingat dengan jelas kejadian sebelumnya, yang aku ingat hanya Aku, Shed, Sammon, Tate dan Liza sedang berada di gedung antariksa kota Mosdeep. Dan, aku ingat ada sebuah kalung misterius yang mengeluarkan serbuk-serbuk, setelah itu aku tidak ingat apa-apa.

"Jangan bingung, yang membangunkanmu itu aku" Kata Aime.
"Oh, iya, terima kasih" Balasku ngelantur. Rupanya aku dibangunkan oleh... Tunggu. Aime? Dia'kan penjahatnya! Untuk apa dia membangunkanku?

Aku melihat sekitarku, tidak ada apa-apa, hanya banyak control panel dan layar besar didepanku, sedangkan dibelakangku ada 2 grunt berdiri menjaga pintu. Aku sendiri, sedang diikat disebuah kursi.
Sekarang aku yakin sedang berada di sebuah ruang kontrol
"Claire, saat kau terbius sleep powder, aku menyuruh Milo menggunakan Pokemon-nya untuk 'mengunci' kesadaranmu agar kau tidak mudah dibangunkan. Well, mungkin sekarang kau sudah bangun, karena aku bangunkan"
"Kenapa kau harus membangunkanku? Kenapa tidak kau biarkan aku tidur lalu secara diam-diam buang aku ke laut?"
"Hahahaha.. Itu masih nanti" Balas Aime tertawa.
Aime menyalakan layar besar yang ada didepanku. Layar tersebut mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan saat dinyalakan, membuatku butuh waktu beberapa detik agar mataku bisa melihat dengan jelas.

Gambar yang muncul di layar tersebut sangat mengejutkan. Milo dan Shed berada di sebuah ruangan yang luas. Shed bersama Magneton dan Lairon, sedangkan Milo bersama seekor Latias dan Latios. Mereka seperti sedang melaksanakan pertarungan ganda.
Tunggu. Latias dan Latios? Apa aku tidak salah lihat? Apa yang kedua Pokemon legenda itu lakukan disini!?
"Aku hanya ingin kau melihat Shed dihabisi oleh Milo, menggunakan Latias dan Latios" Kata Aime, santai.
"Latias.. dan Latios? Hebat juga, kalian bisa mendapatkan kedua Pokemon legenda tersebut"
"Bicaramu lucu sekali, Claire. Ini semua karena kau, juga"
"Karena.. aku?" Jawabku, bingung. Sepertinya pembicaraan kita semakin gak jelas. Lebih baik aku diam.

Selagi aku berusaha untuk tidak memperhatikan layar yang menunjukan pertarungan sengit Shed dan Milo, Aime berjalan mendekatiku. Menunduk menatap wajahku, dan tersenyum licik. Rasanya aku ingin melempar kursi yang sedang ku duduki ini kewajahnya, namun sayang, tanganku terikat.

"Kau rupanya tidak diberitahu Ayahmu atau Milo, ya?"

Aku terkejut begitu dia  menyebut Ayahku. Ayahku.. Ayahku yang dulu hilang tiba-tiba, yang menyebabkan Milo berubah sifat. Jujur saja, aku masih bingung dengan apa yang terjadi dulu. Terkadang aku berharap bisa menghapus ingatan, sehingga aku bisa menikmati hidup dengan tenang sekarang. Tapi ya, bagaimana lagi, itulah hidup. Jika semuanya datar tidak ada naik-turun, namanya bukan hidup.

"Biar aku sedikit bercerita" Kata Aime lagi.
Aime menceritakan sesuatu yang mengejutkan, sesuatu yang bagiku tidak masuk akal. Tapi entah kenapa aku sangat yakin Aime mengatakan yang sebenarnya.

Ayahku saat kecil berteman baik dengan Latias dan Latios. Bahkan, mereka tidak sekedar teman, begitu dekatnya mereka, sehingga Latias dan Latios sangat percaya kepada ayahku, dan Ayahku mendapatkan semacam kekuatan atau energi yang berguna untuk mengetahui atau memanggil Latias dan Latios. Setelah dewasa, Ayahku menjadi seorang koki terkenal. Dan karena sibuk, sudah tidak pernah bertemu dengan Latias dan Latios. Lalu, Sepeninggal Ibuku karena sebuah insiden yang melibatkan Tim Magma, Ayahku langsung meninggalkan pekerjaannya sebagai koki dan bergabung dengan Tim Aqua, dengan niat balas dendam. Disitu Ayahku berteman dengan Ibu Aime. Dari situ keluarga kita berteman baik dengan keluarga Aime
Suatu hari Ayahku keceplosan menceritakan hal mengenai Latias dan Latios. Ternyata, Ibu Aime sangat terobsesi oleh hal tersebut, dan berniat untuk menangkap Latias dan Latios. Karena takut terjadi sesuatu, Ayahku pun secara diam-diam mentransfer kekuatan tersebut kepadaku dan Milo.



Ibu Aime yang tidak mengetahui hal tersebut, terus berusaha membujuk Ayahku untuk memanggil duo naga tersebut. Namun, Ayahku menolak karena kekuatan tersebut sudah bukan pada dirinya. Ibu Aime tetap tidak percaya dan terus membujuk Ayahku hingga pada akhirnya terjadi pertarungan hebat. Mereka bertarung di lereng gunung Chimney.

Milo dan Aime menyaksikan pertandingan tersebut, namun Milo tidak mengerti apa yang terjadi. Lalu, karena pertarungan tersebut semakin tidak terkontrol, terjadilah kerusakan di lereng dan longsor pun terjadi. Ayahku dan Ibu Aime pun menjadi korban longsor tersebut. Milo pingsan, dan hanya Aime yang masih sadar.  Ini semua terjadi pada hari dimana Ayahku hilang.
Kejadian tersebut membuat Milo trauma dan ingatannya akan kejadian tersebut buram.
Ya... kira-kira begitulah yang duceritakan Aime. Kedengaran seperti cerita di film-film ya?

"Setelah divisi 2 hampir dibubarkan Archie karena tidak ada kemajuan apa-apa.."
"Kau mengetahui kalau kekuatan tersebut berada di tubuhku dan Milo?", Aku memotong kalimat Aime.
"Benar, agen Aaron bisa mengetahuinya"

Cerita yang dikatakan Aime seperti memukulku. Aku hampir tidak percaya apa yang terjadi. Jadi selama ini aku memiliki semacam kekuatan untuk mengetahui atau memanggil Latias? Jadi Ayahku adalah anggota Tim Aqua? Sepertinya semua pertanyaan dalam hidupku telah terjawab, walau aku tidak menyukai jawaban tersebut.
Eh,, Tunggu. masih ada satu pertanyaan lagi.

"Aime, kenapa divisi 2 sangat menginginkan Latias-Latios?"
"Hahahaha. Pertanyaan bagus. Duo naga tersebut sebenarnya memiliki benda bernama Soul Dew. Soul Dew memiliki kekuatan untuk mendatangkan banjir bandang. Biarkan Tim Magma kewalahan menghadapi Tim Aqua yang sedang berusaha menangkap Kyogre, sedangkan secara diam-diam kami punya cara lain untuk membentuk lautan" Jelas Aime panjang lebar. Entah kenapa Aime hari ini sedang senang bercerita.
"Sepertinya hari ini aku banyak bercerita, bagaimana kalau kita nonton pertarungan itu" Lanjut Aime menunjuk ke layar yang menayangkan pertarungan Milo dan Shed.

Aku melihat sedikit pertarungannya. Sepertinya kedudukan seimbang, tapi tidak tahu deh. Pertarungan ini begitu sengit, seandainya ini pertandingan resmi pasti sangat seru. Sebenarnya aku agak tertarik menontonnya, namun, itu sama saja seperti menyaksikan Shed dihabisi. Beberapa menit berlalu.. dan..
BLANK!
Tiba-tiba saja mati lampu. Semua menjadi gelap.

Aku juga tidak tahu bagaimana bisa ada mati lampu di tempat seperti ini. Apakah Divisi 2 belum bayar tagihan listrik?
Walau aku tak bisa melihat apa-apa, aku bisa merasakan kepanikan Aime dari suara grasak-grusuknya.

Kira-kira... siapa yang melakukannya?

Kembali ke Atas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"