Apa Itu "Shed's Blog" ?

Shed's Blog merupakan fanfiction Pokemon bersambung karya danielshedley.

Fanfiction ini menceritakan tentang petualangan Shed, seorang pelatih Pokemon muda yang memulai petualangannya di region Hoenn.
Ditemani dengan Pokemon-Pokemon-nya yang diberi nama panggilan yang unik-unik, Shed akan menjadi pelatih Pokemon terhebat!
(baca selengakapnya, Klik disini)



(fanfict ini buatan Dan dari website perjalananshed.blogspot.com..kalau kalian menemukan tulisan ini di tempat lain selain di web tersebut, berarti tulisan ini telah dibajak)
~danielshedley

©2009-2012 Shed's Blog Allright Reserved


Selasa, 04 Mei 2010

Entri #023 : Jalan Lain

"Ayo pergi Shed!"
"Iye ah.. bentar..rese amet sih"
Pagi yang cerah di kota Lavaridge, padahal masih waktu subuh, tapi panas sudah melebihi siang hari. Claire dari tadi memburu-buruku agar segera cepat pergi kekota ini, dan menuju ke kota Fortree. Aku pun keluar dari kamarku, Claire yang dari tadi menunggu di depan pintu langsung menarikku. Kita pun berjalan keluar melewati perbatasan kota Lavaridge. Setelah berjalan cukup lama, kita sampai di jalan yang familiar bagiku, saat aku mengingat-ingat, ternyata jalan ini kulewati saat aku ingin pergi ke padang pasir rute 111. Berarti ini rute 111.
"Baiklah, Shedster, kita pergi kemana sekarang?"
"Apa tadi? Shedster? Jangan mengubah nama orang seenaknya dong" Aku menunjukan peta Hoenn kepada Claire. "Berarti... kita harus melewati kota Mauville dulu ya? Berarti aku bisa bertemu keluargamu!" KREK KREK KREK. Mati aku. Kalau Claire bertemu keluargaku bisa gawat. Apalagi kalau keluargaku sampai menyukai Claire, bisa-bisa aku tidak bisa menghindar darinya!
"Baiklah, ayo cepat! Jangan sampai kesorean sampe sana!" Claire berlari dengan cepat meninggalkanku dibelakang. Apa yang membuatnya begitu ingin bertemu keluargaku? Yah, apapun alasannya, jangan sampai dia bertemu dengan keluargaku. Apalagi kakakku.
"Hey Claire!" Aku memanggil Claire yang sudah jauh di depan. Claire berbalik dan berlari menghampiriku.
"Ada apa Shedster?"
"Tidakkah kau pikir kalau berjalan dari sini ke Mauville akan memakan waktu yang panjang? Kayaknya kita harus cari jalan lain"
"Yah.. Shed.. Aku ada Skarmory kok, dia bisa terbang"
"Skarmory takkan kuat mengangkat kita berdua.." Aku berusaha untuk menghindar, aku yakin pasti ada jalan lain menuju Fortree selain melewati kota Mauville. "Kalau kamu punya dua Pokemon terbang, aku sih mau-mau aja" Tambahku berbohong. Claire tampak kecewa dan tetap memaksaku untuk jalan, tapi aku menolak. Claire terus menarik tanganku tapi aku tidak bergerak dari tujuan, aku tetap berdiri sambil melihat-lihat peta di PokeNav, berharap ada jalan lain.

Rabu, 28 April 2010

Entri #022 : Panasnya Kota Lavaridge

Menyadari Slugma sudah tak mungkin memenangkan pertandingan, Flannery mengembalikan Slugma kedalam Pokeballnya. "Slugma, kembali!". Padahal Slugma belum sepenuhnya kalah, walaupun sudah terluka parah dan terkena status lumpuh. Sedangkan keadaanku sekarang masih sangat bagus, Justice masih berdiri tegak di arena pertarungan.
"Torkoal, Giliranmu!" Flannery melempar PokeBall berisi Pokemon berbentuk kura-kura. Torkoal, nama Pokemon tesebut, memiliki cangkang dengan lubang cerobong ditengahnya. Ah, untuk apa mikirin bentuk dari Torkoal tersebut, yang penting sekarang adalah, memenangkan pertandingan. Kabut asap yang menyelimuti Justice perlahan memudar. Sekarang Jusice memiliki tembakan bersih.
"DragonBreath!" Perintahku kepada Justice. Pokemon naga mungil tersebut menghembuskan nafas api ke arah Torkoal. "Torkoal, bertahan!" Pokemon kura-kura tersebut berlindung di balik cangkangnya yang keras. DragonBreath tidak memberikan dampak apapun.
"Sekali lagi!" DragonBreath kedua dilontarkan, Torkoal masih tidak bergeming!
"Gunakan Gyro Ball!" Flannery memberi perintah kepada Torkoal. Gyro Ball? Itu kan jurus yang biasa di pelajari di  kawasan Sinnoh! Jarang pelatih kawasan Hoenn yang memiliki Pokemon yang belajar serangan kawasan Sinnoh!

Sabtu, 17 April 2010

Entri #021 : Luka, Janji dan Claire

Cable Car yang kami naiki berjalan agak lamban, mungkin karena Cable Car ini masih dalam tahap pembangunan. Yah, sudah setengah jadi sih, tapi masih setengah doang. Palingan hanya bagian pembelian tiket dan jalur Cable Car tersebut. Gerakan bilik Cable Car kami yang lamban, dan gerasak-gerusuk karena masih belum sempurna pembuatannya, membuatku tidak tenang. Aku terus membayangkan bagaimana jika Cable Car ini jatuh karena tidak kuat. Aku merinding membayangkannya. Maka untuk menenangkan diri, aku mengutak-atik PokeNav-ku. Entah Claire ketakutan sepertiku atau tidak, saat aku melihat kerahanya, dia terlihat seperti tidak takut akan kematian, dia tetap tersenyum bangga, menerawang Pita (Ribbon Contest, RED) kemenangannya. Menyadari aku melihatnya dengan penuh kebingungan, dia langsung membela diri "Aku 'kan senang tau! Kau pikir kontes gampang apa?" Claire sepertinya tidak suka kalau perjuangannya di kontes tadi malam di remehkan. "Terserah deh, yang pasti, hutangmu belum lunas" Balasku pasrah.

Sabtu, 03 April 2010

Entri #020 : 20 Menit Setelah Ini

"Tapi Claire, bukannya keluarga Jastence berasal dari kota Fallarbor?" Tanyaku kepada Claire yang sedang sibuk meng-koordinasi Pokemon-Pokemonnya untuk kontes nanti. Aku kurang paham tentang kontes, yang pasti, kontes itu mengambil sisi lain dari Pokemon. Kalau biasanya Pokemon adalah teman bertarung yang mengandalkan kekuatan, di kontes, lebih mengandalkan ke kreatifitas dibanding kekuatan. "Ooh, itu, keluarga Jastence memang berasal dari sini, cuma kita terkadang berpindah-pindah tempat, sekarang saja rumahku di Verdanturf, makanya aku belum mengikuti kontes di kota Fallarbor" Jawab Claire santai. Vibrava, Skarmory
"