"AAPPAA!?!?"
Tubuh Milotic yang besar dan berwarna kuning lama kelamaan menciut dan berubah menjadi warna merah, lalu masuk kedalam PokeBall-ku.
"Apa yang barusan terjadi!? Kok bisa!?" Reiji berteriak penuh keheranan. Wajar memang, kalau aku adalah dia, aku juga pasti akan heran. Sangat heran.
"Seumur-umur aku hidup baru tahu ada seseorang bisa menangkap Pokemon orang lain!!" Tanya Reiji dengan keheranan, sementara itu si Aime melongo seperti ikan yang belum diberi makan.
Reiji berlari menghampiri dan merebut PokeBall yang ada ditangan kananku. Reiji seperti memeriksa PokeBall-ku, hingga diterawang segala. Memangnya PokeBall-ku uang palsu.
"PokeBall-mu tidak ada yang aneh kok.. Tapi bagaimana kau melakukan hal tadi? Apakah ini juga termasuk 'kemampuan' yang kau punya? Menangkap Pokemon lawan?" Reiji bertanya dengan muka penuh keheranan, seperti seorang anak kecil yang baru tahu kalau Vibrava adalah evolusi dari Trapinch.
"Hahahaha kau ini seperti anak kecil saja", Kataku santai.
Apa Itu "Shed's Blog" ?
Shed's Blog merupakan fanfiction Pokemon bersambung karya danielshedley.
Fanfiction ini menceritakan tentang petualangan Shed, seorang pelatih Pokemon muda yang memulai petualangannya di region Hoenn.
Ditemani dengan Pokemon-Pokemon-nya yang diberi nama panggilan yang unik-unik, Shed akan menjadi pelatih Pokemon terhebat!
(baca selengakapnya, Klik disini)
(fanfict ini buatan Dan dari website perjalananshed.blogspot.com..kalau kalian menemukan tulisan ini di tempat lain selain di web tersebut, berarti tulisan ini telah dibajak)
~danielshedley
(baca selengakapnya, Klik disini)
(fanfict ini buatan Dan dari website perjalananshed.blogspot.com..kalau kalian menemukan tulisan ini di tempat lain selain di web tersebut, berarti tulisan ini telah dibajak)
~danielshedley
©2009-2012 Shed's Blog Allright ReservedSabtu, 07 Mei 2011
Jumat, 15 April 2011
Entri #047 : Apatis
*Apatis : Ketidakpedulian, sikap masa bodoh
"Kau benar-benar hebat, Shed. Aku tak menyangka kau bisa menemukan ruangan ini" Puji Aime.
"Kalau aku tidak hebat, mungkin kau tak akan berusaha untuk menyingkirkanku" balasku tersenyum.
Aime membalas kembali senyumku, ditambah dengan telunjuknya yang mengarah padaku.
"Hydro Pump!" Tekanan air yang besar menghantamku, Synyster dan Reiji. Synyster dan Reiji terlihat lemas.
"Synyster, kembali ke PokeBall-mu!"
"Hahahahahaha.. Sekarang kau mati kutu, Shed. Kedua temanmu tak ada yang sadar"
"Berarti kita sekarang satu lawan satu" Kataku sembari menghampiri Reiji yang tak sadarkan diri. Aku mngecek nadinya. Oh, masih berdenyut. Berarti dia hanya pingsan.
"Satu lawan satu? Rupanya kau menantangku, ya?" Aime tertawa.
"Milotic, Hydro Pump!" Perintah dia lagi.
Jadi Pokemon yang dari tadi menyerangku adalah Milotic?
"Kau benar-benar hebat, Shed. Aku tak menyangka kau bisa menemukan ruangan ini" Puji Aime.
"Kalau aku tidak hebat, mungkin kau tak akan berusaha untuk menyingkirkanku" balasku tersenyum.
Aime membalas kembali senyumku, ditambah dengan telunjuknya yang mengarah padaku.
"Hydro Pump!" Tekanan air yang besar menghantamku, Synyster dan Reiji. Synyster dan Reiji terlihat lemas.
"Synyster, kembali ke PokeBall-mu!"
"Hahahahahaha.. Sekarang kau mati kutu, Shed. Kedua temanmu tak ada yang sadar"
"Berarti kita sekarang satu lawan satu" Kataku sembari menghampiri Reiji yang tak sadarkan diri. Aku mngecek nadinya. Oh, masih berdenyut. Berarti dia hanya pingsan.
"Satu lawan satu? Rupanya kau menantangku, ya?" Aime tertawa.
"Milotic, Hydro Pump!" Perintah dia lagi.
Jadi Pokemon yang dari tadi menyerangku adalah Milotic?
Selasa, 22 Maret 2011
Entri #046 : Terobos
"Synyster, maju!" Aku memanggil Lairon-ku.
"Kau yakin lewat sini?" Reiji mengerutkan dahinya.
"Yahh.. kita harus percaya kakakku"
Sekarang aku sedang menyusup markas Divisi dua. Aku dan Reiji, memutuskan untuk menelusuri tempat ini untuk mencari Claire, sedangkan Kakakku tetap di tempat awal kami, mengawasi Aku dan Reiji dengan komputer. Dan sekarang, kata Kakakku, sudah mendekati ruangan tempat Claire berada. Thanks to Porygon2.
"Shed, jika kau lihat, di ujung lorong ada pintu besi" Kata kakakku melalui PokeNav.
"Ya, Aku lihat."
"Pintu itu sangat kuat, dan harus dibuka secara-"
"Kenapa harus omong panjang lebar? AKu tahu cara membukanya" Aku mematikan PokeNav.
Reiji berjalan mendekati pintu tersebut.
"Sepertinya harus dibuka secara manual, tak ada gagang pintunya, atau butuh kata sandi" Katanya berbisik.
"Aku tahu kok.. Synyster, Strength!" Synyster berlari cepat kearah pintu.
Reiji kaget dan langsung melompat tinggi menghindari Synyster. Aku lupa ada Reiji di dekat pintu tersebut. Pintu tersebut langsung hancur, gepeng, seperti kaleng minuman yang telah di gencet dan menjadi lembaran logam gepeng.
"Bodoh kau! Hampir saja tubuhku hancur!" Amuk Reiji. Aku hanya tertawa.
"Kau yakin lewat sini?" Reiji mengerutkan dahinya.
"Yahh.. kita harus percaya kakakku"
Sekarang aku sedang menyusup markas Divisi dua. Aku dan Reiji, memutuskan untuk menelusuri tempat ini untuk mencari Claire, sedangkan Kakakku tetap di tempat awal kami, mengawasi Aku dan Reiji dengan komputer. Dan sekarang, kata Kakakku, sudah mendekati ruangan tempat Claire berada. Thanks to Porygon2.
"Shed, jika kau lihat, di ujung lorong ada pintu besi" Kata kakakku melalui PokeNav.
"Ya, Aku lihat."
"Pintu itu sangat kuat, dan harus dibuka secara-"
"Kenapa harus omong panjang lebar? AKu tahu cara membukanya" Aku mematikan PokeNav.
Reiji berjalan mendekati pintu tersebut.
"Sepertinya harus dibuka secara manual, tak ada gagang pintunya, atau butuh kata sandi" Katanya berbisik.
"Aku tahu kok.. Synyster, Strength!" Synyster berlari cepat kearah pintu.
Reiji kaget dan langsung melompat tinggi menghindari Synyster. Aku lupa ada Reiji di dekat pintu tersebut. Pintu tersebut langsung hancur, gepeng, seperti kaleng minuman yang telah di gencet dan menjadi lembaran logam gepeng.
"Bodoh kau! Hampir saja tubuhku hancur!" Amuk Reiji. Aku hanya tertawa.
Rabu, 16 Maret 2011
Entri #045 : Kelebihan Manusia
"Hiaatt!!" BRAK! Aku terus mencoba untuk mendobrak tembok kaca ini. Memang sih kita sekarang sudah berada di dalam markas mereka.. Tapi kalau begini sama saja bohong!
"Shed, hentikan, kau tidak akan bisa mendobraknya" Sammon berkata dengan tenang.
Aku mengabaikan perkataan Kakakku dan terus mencoba mendobrak tembok kaca yang mengurung kita seperti di dalam sel kaca. Aku terus menendang, memukul, mendabrak dan hal lainnya agar tembok ini hancur. Tapi tidak ada yang berhasil, yang ada malah badanku yang hancur dan kecapaian.
"Shed, hentikan!" Sammon menarik tubuhku.
"Tak ada salahnya mencoba, lagi pula tidak ada jalan lain 'kan?" Kataku ngos-ngosan.
"Ada, ada jalan lain" Reiji tiba-tiba memotong.
"Oh ya?" Aku berbaring di lantai sembari mengelap keringat yang bercucuran. "Apa itu?" Lanjutku lagi setengah tak percaya.
Reiji tersenyum. Lalu dia berjalan ke tembok kaca yang dari tadi aku coba hancurkan. Reiji terlihat mengamati keadaan diluar sel kaca ini. Ruangan di luar sel tidak ada orang, karena Milo baru saja keluar, dan isinya lumayan sederhana. Hanya berisi seperangkat komputer-super canggih, meja dengan gadget-gadget gak jelas, sebuah lemari dan pintu besi.
"Kita bisa membuka ini dari luar. Dengan Pokemon" Kata Reiji.
"Ide yang bagus. Tapi sayang sekali karena POKEMON KITA 'KAN ADA DI LUAR!!" Aku berteriak emosi. Habis, kalau Pokemon kita ada disini, pasti aku sudah menggunakan Pokemonku dari tadi.
"Shed, hentikan, kau tidak akan bisa mendobraknya" Sammon berkata dengan tenang.
Aku mengabaikan perkataan Kakakku dan terus mencoba mendobrak tembok kaca yang mengurung kita seperti di dalam sel kaca. Aku terus menendang, memukul, mendabrak dan hal lainnya agar tembok ini hancur. Tapi tidak ada yang berhasil, yang ada malah badanku yang hancur dan kecapaian.
"Shed, hentikan!" Sammon menarik tubuhku.
"Tak ada salahnya mencoba, lagi pula tidak ada jalan lain 'kan?" Kataku ngos-ngosan.
"Ada, ada jalan lain" Reiji tiba-tiba memotong.
"Oh ya?" Aku berbaring di lantai sembari mengelap keringat yang bercucuran. "Apa itu?" Lanjutku lagi setengah tak percaya.
Reiji tersenyum. Lalu dia berjalan ke tembok kaca yang dari tadi aku coba hancurkan. Reiji terlihat mengamati keadaan diluar sel kaca ini. Ruangan di luar sel tidak ada orang, karena Milo baru saja keluar, dan isinya lumayan sederhana. Hanya berisi seperangkat komputer-super canggih, meja dengan gadget-gadget gak jelas, sebuah lemari dan pintu besi.
"Kita bisa membuka ini dari luar. Dengan Pokemon" Kata Reiji.
"Ide yang bagus. Tapi sayang sekali karena POKEMON KITA 'KAN ADA DI LUAR!!" Aku berteriak emosi. Habis, kalau Pokemon kita ada disini, pasti aku sudah menggunakan Pokemonku dari tadi.
Langganan:
Postingan (Atom)

