Apa Itu "Shed's Blog" ?

Shed's Blog merupakan fanfiction Pokemon bersambung karya danielshedley.

Fanfiction ini menceritakan tentang petualangan Shed, seorang pelatih Pokemon muda yang memulai petualangannya di region Hoenn.
Ditemani dengan Pokemon-Pokemon-nya yang diberi nama panggilan yang unik-unik, Shed akan menjadi pelatih Pokemon terhebat!
(baca selengakapnya, Klik disini)



(fanfict ini buatan Dan dari website perjalananshed.blogspot.com..kalau kalian menemukan tulisan ini di tempat lain selain di web tersebut, berarti tulisan ini telah dibajak)
~danielshedley

©2009-2012 Shed's Blog Allright Reserved


Sabtu, 28 November 2009

Entri #005 : Sang Penemu

Pohon-pohon rindang, Semak belukar dimana-mana, dan kondisi gelap karena pencahayaan yang kurang akibat lebatnya daun di Pohon. Ya, itu adalah pemandanganku sekarang, dan bisa ditebak, bahwa sekarang aku berada di Petalburg Woods, hutan terlebat di Hoenn--dan disini memang lebat sekali-- sekaligus satu-satunya jalan untuk menuju kota Rustboro. Walaupun sebenarnya ada jalan lain, yaitu melewati kapal laut, namun, aku tidak punya uang yang cukup untuk membayar kapal itu. Uangku hanya sedikit, hanya untuk membeli keperluan Pokemon, walaupun aku mendapat uang tambahan setelah memenangkan Gym, tapi masih belum cukup juga. Tapi mau bagaimana lagi? Ini memang resiko yang harus diterima Pelatih sepertiku, aku yakin pelatih-pelatih terkenal seperti Steven Stone, Norman, dan para Pelatih senior lainnya pasti pernah—atau malah sering—melewati hal-hal semacam ini.



Dalam masalah rintangan, aku melewati semua rintangan ini dengan mudah. Jujur saja, yang kulakukan disini hanyalah melewati hutan gelap dan rimba, melawan Pokemon liar, dan Melawan Pelatih lain. Dan itu semua bisa kulewati. Sebenarnya aku melewati lumayan banyak pertarungan, namun tidak kuceritakan disini, karena jika kuceritakan akan menjadi basa-basi, tapi jika pertarungan itu penting, pasti kuberitahu. Kalau masalah Pokemon-ku, Skywalker sendiri sepertinya levelnya sudah meningkat, dan banyak jurus yang sudah dia pelajari, seperti; Pound, Leer, Absorb, dan Pursuit. Aku juga belum menemukan Pokemon yang tepat untuk partner-ku yang kedua, tadinya mau menangkap Wingull atau Poochyena, namun entah mengapa, aku merasa tidak pas, Lagipula, aku masih memegang kata-kata kakak

Setelah melalui rintangan-rintangan, beberapa lama kemudian aku sampai di Rute 104, dan jika aku terus menyusurinya, aku akan sampai di kota Rustboro. Kata kakak, dia akan menemuiku di dekat gedung Devon Corporation, sebuah perusahaan di Hoenn yang bekerja di bidang teknologi di Hoenn, banyak temuan-temuannya yang penting dan akhirnya menjadi alat sehari-hari di Hoenn, seperti Pokeball-pokeball khusus, sebuah alat navigasi bernama PokeNav (belum di perjual belikan secara umum), dan katanya, Pokedex Beta ini juga buatan Devon Corporation. Kakakku sendiri adalah mantan ‘penemu’ di Devon Corporation, namun dia memutuskan diri untuk keluar karena dia lebih ingin jadi peneliti Pokemon dari pada Penemu, tapi Jenius tetaplah jenius, disaat waktu senggangnya, dia sering membuat penemuan-penemuan kecil, dan tidak jarang penemuan kakakku di beli oleh Devon Corp.

Akhirnya aku sampai di kota Rustboro, Sebuah kota yang—sangat— ramai penduduk, bahkan penduduk disini bagaikan tiada batasnya. Secara geologis, Rustboro memiliki pantai kecil sekaligus Rute 115 di daerah utara, Rute 116 di sebelah Timur, dan ditutupi oleh Laut di sebelah barat. Sedangkan Petalburg Woods dan Rute 104 berada di selatan kota Rustboro. Jika dibandingkan, kota Rustboro dan Petalburg Woods hampir tidak ada bedanya, yang membedakan hanyalah gedung dan pohonnya, jika pohon-pohon di Petalburg Woods diganti menjadi gedung-gedung tinggi, pasti hasilnya akan sama seperti kota Rustboro.


Omong-omong tentang Rusboro, aku kan harus menemui kakakku di Devon Corp!
Aku pun berlari dengan kencang, aku langsung mencari gedung Gym kota Rustboro. Kata kakak sih ; “Devon Corp terletak di atas PC dan disamping Barat Gym, dari Gym, berlarilah sekitar 100 meter ke barat, dan kau akan menemukan Devon Corp”
Yeah, berbicara memang gampang, masalahnya, gedung Gym saja aku tidak tahu ada dimana! Aku sendiri sekarang berada di suatu gang di dekat sebuah gedung.
PLOK! Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku, aku pun menoleh kebelakang, dan benar saja, munculah wajah yang sangat tidak asing bagiku, ya, itu kakakku sendiri.

“Kau sedang apa disini? Kan kau sendiri bilang bakal sampai jam 14.30 tapi sekarang sudah jam 16.00 dan kau baru sampai!” Kakakku memang paling gak suka menunggu
“Oh, hehehe, maaf kak, habis hutannya lebat sekali,
kakak tau sendiri kan? Hehe”
“Ya sudah, langsung saja deh, tadinya kakak mau bicara dulu, tapi kau telat sih, jadinya kakak harus terburu-buru, kau tahu sendiri kan aku sedang meneliti tentang Groudon?”
“Iya..iya” Jawabku “Lagipula…”
“…..kakak memang mau apa dengan ku? Kan bicaranya tidak jadi!”tambahku

“Aku hanya ingin memberikan ini” Dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya, dan memberikannya kepadaku.
“Ini PokeNav, ini kuberikan untukmu, aku sudah punya satu, maka dirumah aku duplikat jadi dua, dan duplikatnya kuberikan kepadamu” Katanya sambil melempar Pokeball miliknya, keluarlah Fearow. sepertinya kakak sudah mau pergi.
“Tapi, kak”
“Apalagi!?” jawabnya sewot, dia sudah menunggangi Fearow, dan jika tadi aku tidak bicara, mungkin dia sudah terbang.
“Apakah PokeNav-ku ini illegal?” Aku memang merasa tidak enak jika memakai barang illegal.
“Sudah pakai saja! Kakak sudah terburu-buru nih!” dia pun memerintah Fearow-nya untuk terbang, Kakak pun lama-lama menghilang di antara awan-awan,

Kembali ke Atas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"