Apa Itu "Shed's Blog" ?

Shed's Blog merupakan fanfiction Pokemon bersambung karya danielshedley.

Fanfiction ini menceritakan tentang petualangan Shed, seorang pelatih Pokemon muda yang memulai petualangannya di region Hoenn.
Ditemani dengan Pokemon-Pokemon-nya yang diberi nama panggilan yang unik-unik, Shed akan menjadi pelatih Pokemon terhebat!
(baca selengakapnya, Klik disini)



(fanfict ini buatan Dan dari website perjalananshed.blogspot.com..kalau kalian menemukan tulisan ini di tempat lain selain di web tersebut, berarti tulisan ini telah dibajak)
~danielshedley

©2009-2012 Shed's Blog Allright Reserved


Jumat, 28 Oktober 2011

Entri #051 - Berakhir?

Semuanya gelap, suara gaduh dimana-mana. Aku bisa menebak suara gaduh itu berasal dari suara semua kru yang ada di tempat ini. Aku bisa mengerti sih, siapa juga yang gak panik kalau sedang berada di sebuah markas bawah laut yang mati listrik?

Tidak ada apa-apa di depan, lari.

Suara misterius itu sekarang sudah seperti menempel di kepalaku, mungkin karena dia sering mencoba "mengkontak" aku, sehingga sekarang kepalaku menjadi kebal akan rasa sakitnya. Yah.. masih sakit sih setiap dia bicara, tapi tidak seperti biasanya.

Suara itu juga sedang membantuku untuk kabur dari tempat ini. Sekarang dia bersikap seperti sebuah alat navigasi super canggih. Intinya, apa yang dia katakan turuti saja, dengan begitu aku bisa keluar (katanya). Aku tidak tahu kenapa dia bisa melakukan hal tersebut. Jangankan hal itu, aku saja sampai sekarang masih belum tau siapa dia, dan kenapa suaranya sering muncul di kepalaku.

Stop, sekarang belok kanan, jangan lari, nanti anda akan bertemu sebuah pintu maka anda akan bertemu Claire.

Claire? oke. Aku langsung dengan gaya mengendap-endap mencoba untuk menemukan pintu tersebut.
Aha! ini dia! walaupun gelap tapi tanganku bisa merasakan ada tekstur yang berbeda, berbeda dari tembok.

buka pintunya.

Buka pintunya? bagaimana bisa? kan gelap!
"Hey, bagaimana aku bisa tahu letak pintunya!"

tidak ada jawaban

Disaat begini.. kemana dia? bagaimana aku bisa... oh ada knop pintunya.
Kriiiit.. pintunya kubuka sedikit.
"Siapa disitu? Silahkan masuk!" Tibatiba ada suara misterius menyapaku.
"C-Claire? itu kau?"
"Bukan.. ini, aku, Aime" Seketika saja lampu kembali menyala bersamaan dengan kalimat itu diucapkan.

Kamis, 18 Agustus 2011

Entri #50 - Beberapa Menit Yang Lalu

Beberapa menit yang lalu...



"Latias dan Latios? Kau memiliki mereka?"

"Kau takut?"

"Tidak, aku malah merasa tertantang" Balasku mencoba untuk optimis.

Memang aku merasa tertantang, tapi aku tak begitu yakin akan menang. Ah, tidak, aku harus optimis. Aku pasti bisa melawan duo naga tersebut.

"Omong-omong, aku hanya ingin memberitahu kalau duo Pokemon naga ini kudapatkan dengan bantuan Claire" Kata Milo.

"Aku dan Claire memiliki semacam kekuatan untuk memanggil Latias dan Latios", Lanjutnya.

"Oh ya?" Balasku acuh. Dasar Milo aneh, disaat seperti ini malah bercerita.

"Sebenarnya, saat di kota Mosdeep kami berusaha untuk menangkap kau dan Claire bersamaan, namun sayang kalian bertengkar, jadi kau tak bisa tertangkap"

"Maksudmu perihal aku dan Claire dikejar Heracross di Safari Zone itu ulah kalian?"

Sabtu, 18 Juni 2011

Entri #049 - Memori yang Buram

"Baiklah, kalau begitu biarkan aku pergi menyelamatkan mereka"
"Kau.. tidak berpikir aku akan membiarkanmu begitu saja bukan?"
Aku tersenyum lebar. Kedua tanganku bersiap untuk melempar PokeBall.
Milo ikut tersenyum.

"Maju! Latias dan Latios!" Milo berteriak kencang.
Dua sosok naga berwarna merah dan biru muncul tiba-tiba. Apa? Latias dan Latios? Dua Pokemon legenda itu? Bagaimana Milo bisa mendapatkannya?
"La..tias-Latios? Kau memiliki mereka?"
"Kau takut?", Milo menaikan alis matanya.
"Tidak, aku malah sangat merasa tertantang"

Sabtu, 07 Mei 2011

Entri #048 : Dimana?

"AAPPAA!?!?"
Tubuh Milotic yang besar dan berwarna kuning lama kelamaan menciut dan berubah menjadi warna merah, lalu masuk kedalam PokeBall-ku.
"Apa yang barusan terjadi!? Kok bisa!?" Reiji berteriak penuh keheranan. Wajar memang, kalau aku adalah dia, aku juga pasti akan heran. Sangat heran.
"Seumur-umur aku hidup baru tahu ada seseorang bisa menangkap Pokemon orang lain!!" Tanya Reiji dengan keheranan, sementara itu si Aime melongo seperti ikan yang belum diberi makan.
Reiji berlari menghampiri dan merebut PokeBall yang ada ditangan kananku. Reiji seperti memeriksa PokeBall-ku, hingga diterawang segala. Memangnya PokeBall-ku uang palsu.

"PokeBall-mu tidak ada yang aneh kok.. Tapi bagaimana kau melakukan hal tadi? Apakah ini juga termasuk 'kemampuan' yang kau punya? Menangkap Pokemon lawan?" Reiji bertanya dengan muka penuh keheranan, seperti seorang anak kecil yang baru tahu kalau Vibrava adalah evolusi dari Trapinch.
"Hahahaha kau ini seperti anak kecil saja", Kataku santai.

"