"Tak kusangka kita bisa berada di tempat yang sama lagi dalam jangka waktu sekitar 2 hari saja" Kata Milo dengan perlahan melangkah mendekatiku dan Wallace, yang secara otomatis, aku dan Wallace juga ikut mundur. Milo terlihat begitu mengancam dengan seekor Pokemon tinggi berwarna putih di sampingnya. Belum lagi Milo dengan sukses melukai anggota sendiri sampai tidak sadar. Kalau tak salah, itu Pokemon dari daerah Sinnoh yang bernama Gallade. Tentu saja, Milo 'kan memiliki Kirlia.
Milo mengentikan langkahnya. Mungkin, karena sekarang kita sedang berada di sebuah lorong. Dengan satu-satunya jalan keluar yang berada di belakang Milo. Sedang ruangan yang kita interogasi tadi, tak lain tak bukan hanyalah sebuah gudang kecil berisi barang-barang tak terpakai. Kita bisa saja bersembunyi di gudang itu, namun, apa yang akan kita lakukan disitu?
Wallace menyuruhku untuk jangan melawan. Karena, kita tidak mungkin bisa berbuat apa-apa. Salah-salah dikit Milo bisa saja memanggil grunt-grunt-nya dan menyerang kami.
"Shed, aku ada ide" Bisik Wallace.
Aku menaikan alis kananku. "Kau alihkan perhatiannya, aku akan minta bantuan melalui PokeGear" Lanjut Wallace yang perlahan memasukan tangan ke kantongnya.
"aku mengalihkan perhatian? apa maksudmu? bagaimana caranya?"
"Ya.. ajak ngobrol gitu atau ajak main futsal bareng, ya aku tidak tahu! yang penting perhatiannya teralih! jangan sampai dia tahu aku mau memanggil bala bantuan!" Wallace malah sewot.
Mengalihkan perhatian? okelah kalau begitu. Aku ajak bicara saja.
"Sudah selesai gosipnya?" Milo malah yang memulai pembicaraan.
"Sudah. Kenapa? kau iri karena tidak punya teman untuk ngobrol ya?" Balasku.
Milo terkekeh. "Oh ya? Aku kira kita teman baik"
"Kita dulu memang teman. Tidak setelah kau berubah menjadi..
Apa Itu "Shed's Blog" ?
Shed's Blog merupakan fanfiction Pokemon bersambung karya danielshedley.
Fanfiction ini menceritakan tentang petualangan Shed, seorang pelatih Pokemon muda yang memulai petualangannya di region Hoenn.
Ditemani dengan Pokemon-Pokemon-nya yang diberi nama panggilan yang unik-unik, Shed akan menjadi pelatih Pokemon terhebat!
(baca selengakapnya, Klik disini)
(fanfict ini buatan Dan dari website perjalananshed.blogspot.com..kalau kalian menemukan tulisan ini di tempat lain selain di web tersebut, berarti tulisan ini telah dibajak)
~danielshedley
(baca selengakapnya, Klik disini)
(fanfict ini buatan Dan dari website perjalananshed.blogspot.com..kalau kalian menemukan tulisan ini di tempat lain selain di web tersebut, berarti tulisan ini telah dibajak)
~danielshedley
©2009-2012 Shed's Blog Allright ReservedSenin, 13 Desember 2010
Sabtu, 20 November 2010
Entri #037 : Grunt
Sunyi, gelap dan berantakan. Itulah yang aku lihat saat ini. Ya, kita benar-benar melakukan apa yang Wallace katakan beberapa menit yang lalu. Kita sekarang sedang menginvestigasi gedung ini.
"Jackpot" Wallace berbisik. Wallace menghentikan langkahnya, begitu juga aku.
"Ada apa?"
"Di depan situ" Wallace menunjuk ke sebuah ruangan yang pintunya terbuka.
"Hah? Aku tidak melihat apa-apa" Kita memang tidak menggunakan senter atau alat penerang lainnya, karena, kata Wallace menggunakan alat penerang malah membuat kita mencolok sendiri ditengah kegelapan, sehingga membuat kita sulit untuk menginvestigasi.
"Ada seseorang disitu, dengar baik-baik" Kata Wallace lagi.
"I.. iya juga" Aku mulai menyadari begitu aku mendengar suara langkah kaki dan juga pergerakan-pergerakan.
"Terkadang, untuk melihat sesuatu menggunakan mata saja tidak cukup"
Wallace mulai bergerak maju menuju ruangan tersebut. Dengan gaya mengendap-endap a la Ninja tentunya--Yang juga aku ikutan.
Kami pun mulai mencoba memasuki ruangan tersebut, dengan berniat untuk mengetahui siapa orang tersebut.
Perlahan kita mulai mendekati pintu..
semakin dekat..
semakin dekat..
"Jackpot" Wallace berbisik. Wallace menghentikan langkahnya, begitu juga aku.
"Ada apa?"
"Di depan situ" Wallace menunjuk ke sebuah ruangan yang pintunya terbuka.
"Hah? Aku tidak melihat apa-apa" Kita memang tidak menggunakan senter atau alat penerang lainnya, karena, kata Wallace menggunakan alat penerang malah membuat kita mencolok sendiri ditengah kegelapan, sehingga membuat kita sulit untuk menginvestigasi.
"Ada seseorang disitu, dengar baik-baik" Kata Wallace lagi.
"I.. iya juga" Aku mulai menyadari begitu aku mendengar suara langkah kaki dan juga pergerakan-pergerakan.
"Terkadang, untuk melihat sesuatu menggunakan mata saja tidak cukup"
Wallace mulai bergerak maju menuju ruangan tersebut. Dengan gaya mengendap-endap a la Ninja tentunya--Yang juga aku ikutan.
Kami pun mulai mencoba memasuki ruangan tersebut, dengan berniat untuk mengetahui siapa orang tersebut.
Perlahan kita mulai mendekati pintu..
semakin dekat..
semakin dekat..
Sabtu, 30 Oktober 2010
Entri #036 : Mitra
"Bagaimana Shed? Masih belum menyerah?" Kata Tate dengan nada sombong.
"Belum! Poseidon, Bubblebeam!"
"Balas dengan Solar Beam!" Sinar surya milik Solrock tak disangka lebih kuat dari Bubble beam Poseidon! Pokemon bintang laut tersebut pun terkena Solar Beam secara telak.
"Hahahaha! Menyerah saja Shed! Pokemon-mu yang tersisa hanya tinggal Staryu dan Bagon!" Kata Liza dengan nada mengejek.
"Huh, ini belum berakhir! Justice, Drago-"
DUAAARR!!
Tiba-tiba ada ledakan besar disusul oleh gempa kecil. Ledakan tersebut sepertinya terjadi di tempat yang lumayan dekat dari gedung Gym ini. Bisa dirasakan melalui besar suaranya.
Seisi ruangan langsung diam.
"Shed? Kau merasakannya?" Tanya Claire dengan nada ketakutan.
"Kita semua merasakannya" Sambung Tate (sepertinya aku sudah mulai bisa membedakan).
"Sepertinya sebuah ledakan".
"Sepertinya ada baiknya jika kita mengecek apa yang terjadi di luar" Kata Claire.
Akhirnya kita semua memutuskan untuk menghentikan pertarungan kita dan mengecek keadaan diluar.
Dan benar saja, diluar banyak orang berlarian. Lalu ada segrombolan berkumpul di sebuah gedung tinggi yang letaknya sedikit agak jauh dari Gym.
"Itu.. Gedung Pusat Antariksa kota Mosdeep" Liza berkata dengan nada miris.
Seperti pepatah ada gula ada semut, kami pun kesana.
"Belum! Poseidon, Bubblebeam!"
"Balas dengan Solar Beam!" Sinar surya milik Solrock tak disangka lebih kuat dari Bubble beam Poseidon! Pokemon bintang laut tersebut pun terkena Solar Beam secara telak.
"Hahahaha! Menyerah saja Shed! Pokemon-mu yang tersisa hanya tinggal Staryu dan Bagon!" Kata Liza dengan nada mengejek.
"Huh, ini belum berakhir! Justice, Drago-"
DUAAARR!!
Tiba-tiba ada ledakan besar disusul oleh gempa kecil. Ledakan tersebut sepertinya terjadi di tempat yang lumayan dekat dari gedung Gym ini. Bisa dirasakan melalui besar suaranya.
Seisi ruangan langsung diam.
"Shed? Kau merasakannya?" Tanya Claire dengan nada ketakutan.
"Kita semua merasakannya" Sambung Tate (sepertinya aku sudah mulai bisa membedakan).
"Sepertinya sebuah ledakan".
"Sepertinya ada baiknya jika kita mengecek apa yang terjadi di luar" Kata Claire.
Akhirnya kita semua memutuskan untuk menghentikan pertarungan kita dan mengecek keadaan diluar.
Dan benar saja, diluar banyak orang berlarian. Lalu ada segrombolan berkumpul di sebuah gedung tinggi yang letaknya sedikit agak jauh dari Gym.
"Itu.. Gedung Pusat Antariksa kota Mosdeep" Liza berkata dengan nada miris.
Seperti pepatah ada gula ada semut, kami pun kesana.
Sabtu, 16 Oktober 2010
Entri #035 : Filler
"Oke, Poseidon, habisi dengan Bubblebeam!" Pokemon bintang laut tersebut pun berhasil menjatuhkan lawan, yg anehnya, bertipe listrik. Agak tidak masuk akal bukan? Seharusnya Pokemon listrik bisa menang melawan Pokemon air.
"Wah, pertandingan yang hebat. Staryu-mu keren"
"Hahaha, Manectric-mu juga kuat kok" Aku mencoba rendah hati, dan menghibur lawanku.
Kapal ferry yang menuju ke kota Mosdeep ini, memang berisi para pelatih yang kuat-kuat. Pelatih dari berbagai macam daerah berkumpul. Kemampuan mereka juga berbeda-beda. Tapi, seperti apapun, semua yang ada disini kuat. Pantas saja aku bisa naik. hehehe..
"Hey, Shed! Sebelah sini!" Terdengar suara Claire diantara lautan manusia di kapal ini.
Ya, kapal ini memang ramai, karena kota Mosdeep itu sendiri merupakan Gym ke 6, yang berarti sudah dekat ke Liga. Makanya ramai oleh pelatih-pelatih kuat.
"Shed! disini!" Teriak Claire lagi.
Ternyata Claire sedang duduk di sebuah kafe. Aku pun datang menghampirinya.
"Perhatian para penumpang, sebentar lagi kita akan sampai di pelabuhan kota Mosdeep" Terdengar suara pengumuman. Mosdeep sudah di depan mata, itu berarti, Gym selanjutnya!
"Wah, pertandingan yang hebat. Staryu-mu keren"
"Hahaha, Manectric-mu juga kuat kok" Aku mencoba rendah hati, dan menghibur lawanku.
Kapal ferry yang menuju ke kota Mosdeep ini, memang berisi para pelatih yang kuat-kuat. Pelatih dari berbagai macam daerah berkumpul. Kemampuan mereka juga berbeda-beda. Tapi, seperti apapun, semua yang ada disini kuat. Pantas saja aku bisa naik. hehehe..
"Hey, Shed! Sebelah sini!" Terdengar suara Claire diantara lautan manusia di kapal ini.
Ya, kapal ini memang ramai, karena kota Mosdeep itu sendiri merupakan Gym ke 6, yang berarti sudah dekat ke Liga. Makanya ramai oleh pelatih-pelatih kuat.
"Shed! disini!" Teriak Claire lagi.
Ternyata Claire sedang duduk di sebuah kafe. Aku pun datang menghampirinya.
"Perhatian para penumpang, sebentar lagi kita akan sampai di pelabuhan kota Mosdeep" Terdengar suara pengumuman. Mosdeep sudah di depan mata, itu berarti, Gym selanjutnya!
Langganan:
Postingan (Atom)


