"Synyster, kau tak apa-apa?"
Pokemon berpelindung baja itu mengangguk, mencoba bangkit dan melanjutkan pertandingan. Justice menghampiri Synyster yang sepertinya terluka parah. Jujur saja, aku sama sekali belum pernah melihat Future Sight, mungkin, itu yang membuatku lengah.
"Baiklah, Claire, kau mungkin bertambah kuat.." Kataku. Claire tersenyum.
"..Walau hanya sedikit sekali" Senyum Claire terhapus, terganti dengan cemberut dan raut wajah kesal.
"Flygon, Lugia, Seraaang!!!!" Claire memerintah dengan nada kesal.
Flygon dan Lugia.. atau.. ehm.. Xatu, melesat dengan kecepatan penuh. Seperti mau melakukan semacam Quick Attack tapi lebih kuat.
Ini dia yang kuharapkan.
"Syn! Protect!" Synyster membentuk medan energi yang melindunginya dari serangan kedua Pokemon tersebut. Kedua Pokemon tersebut menabrak medan energy yang dibuat Synyster, terpental dan terjatuh secara bersamaan ke tanah.
Apa Itu "Shed's Blog" ?
Shed's Blog merupakan fanfiction Pokemon bersambung karya danielshedley.
Fanfiction ini menceritakan tentang petualangan Shed, seorang pelatih Pokemon muda yang memulai petualangannya di region Hoenn.
Ditemani dengan Pokemon-Pokemon-nya yang diberi nama panggilan yang unik-unik, Shed akan menjadi pelatih Pokemon terhebat!
(baca selengakapnya, Klik disini)
(fanfict ini buatan Dan dari website perjalananshed.blogspot.com..kalau kalian menemukan tulisan ini di tempat lain selain di web tersebut, berarti tulisan ini telah dibajak)
~danielshedley
(baca selengakapnya, Klik disini)
(fanfict ini buatan Dan dari website perjalananshed.blogspot.com..kalau kalian menemukan tulisan ini di tempat lain selain di web tersebut, berarti tulisan ini telah dibajak)
~danielshedley
©2009-2012 Shed's Blog Allright ReservedKamis, 20 Januari 2011
Sabtu, 01 Januari 2011
Entri #040 : Tidak Diketahui
"Shed, bangun. Shed" Terdengar suara samar-samar entah darimana asalnya.
"Baiklah, jika kau memaksaku dengan cara alternatif" Terdengar suara itu lagi.
Tiba-tiba saja.... BZZZTT!! Ada sengatan listrik yang mengalir ditubuhku! Aku langsung sekejap membuka mata dan bangun dari tidur.
"Akhirnya kau bangun juga" Ternyata suara itu adalah suara kakakku yang sedang berdiri disamping tempat tidur dan mencoba membangunkanku.
"Se.. Sejak kapan Kakak bisa masuk sini?" Tanyaku terbata.
"Kau lupa mengunci pintunya" Kakakku tertawa kecil.
"Oh iya, Claire memintamu untuk datang ke Gym sekarang" Lanjutnya lagi.
Aku menaikan alis.
"Cepat. Gym Mosdeep. Kesana. Claire"
"OH IYA! AKU BELUM LAWAN GYM!" Aku langsung bergegas menyiapkan barang-barang. 10 menit kemudian aku langsung berlari menuju Gym Kota Mosdeep yang jaraknya tidak begitu jauh dari Pokemon Center ini.
Tak lama setelah sampai di depan Gym, Tate & Liza terlihat berada di depan pintu Gym.
Seketika itu juga aku langsung menantang Tate dan Liza untuk langsung melaksanakan pertarungan Gym,tapi mereka menggelengkan kepala. Kata mereka, mereka tidak bisa menerima tantanganku hari ini karena mereka harus ikut "membereskan" Gedung Antariksa yang kemarin bermasalah.
"Sebagai gantinya, kami punya pelatih substitusi khusus untuk hari ini" Kata Liza tersenyum. Aku mengerutkan dahi. Entah apa yang dimaksud mereka berdua, satu hal yang pasti, mereka hari ini tidak bisa bertarung.
"Orang yang menggantikan kami sudah ada dibelakangmu" Tambahnya lagi. Aku menoleh kebelakang dan... Yak, benar, itu adalah.. Claire.
"Kalian bercanda" Kataku tidak percaya.
"Kami tidak bercanda" Tate mengehela napas.
"Kami serius"
"Lencana Gym ada di tangan dia"
"Lawan dia kalau mau medapatkannya"
Jawab si kembar secara bergantian.
Liza dan Tate langsung pergi begitu saja meninggalkanku. Jadi ini serius?
Aku mengambil salah satu PokeBall yang berada di ikat pinggangku, begitu juga Claire.
"Tate dan Liza keracunan apa sehingga memilihmu sebagai pengganti?"
Claire tersenyum, "Shed, aku sudah melatih Pokemon-ku. Aku yakin kau akan kewalahan melawan mereka"
"Hahahaha! Kewalahan? coba buktikan!" Aku tertawa sombong. Tangan kanan Claire menggenggam PokeBall, sementara tangan kirinya sedang berusaha mengambil PokeBall lagi.
Pertarungan ganda, pikirku.
"Maju! Skarmory dan Politoed!" Dua ekor Pokemon burung baja dan kodok hijau itu berdiri tegap di depannya. Politoed? Rupanya Poliwhirl sudah berevolusi ini berarti dia benar-benar latihan.
Aku mengambil beberapa langkah mundur, untuk membuat jarak yang akan digunakan untuk arena pertarungan. Aku juga gak berpikir, kenapa kita tidak bertarung di dalam Gym saja ya?
Setelah mundur beberapa lagkah, aku memperhatikan kedua Pokemon Claire yang terlihat bersemangat.
Aku berpikir sebentar untuk memutuskan Pokemon apa yang akan kugunakan.
"Tidak usah terlalu susah memilih Pokemon, Shed! ini pertarungan 4 lawan 4" Kata Claire seakan dia barusan membaca pikiranku.
"Oke, kalau begitu, Skywalker dan Poseidon! maju!" Pokemon kadal pohon dan bintang laut tersebut keluar dari Pokemonnya. Mereka berdua tidak kalah bersemangat. Aku sendiri malah agak deg-deg-an karena belum pernah melawan Claire sebelumnya, jadi aku tidak tahu strategi dia, belum lagi Claire sering melihatku bertarung, jadi mungkin dia sudah bisa membaca gerak-gerikku. Ini sepertinya akan menjadi pertarungan yang sulit.
"Oke Shed, penantang maju duluan"
"Tidak perlu repot-repot, Claire. Ladies first"
"Baiklah kalau begitu" Claire menyetujui. "Skarmory, Drill Peck ke Sceptile!"
~ Sementara itu di Pokemon Center tanpa sepengetahuanku...
"Jadi, Sam, apa yang kita lakukan sekarang?" Tanya Wallace. Sammon tampak sedang sibuk menatap layar laptopnya. Wallace yang merasa dihiraukan langsung menepuk pundak Sammon.
"Kita tinggal melacak keberadaan para divisi 2" Jawab Sammon seadanya.
"Iya aku tahu, tapi bagaimana caranya??" Wallace terlihat tidak puas dengan jawaban Sammon. Sammon terus sibuk menatap layar laptopnya.
"Sip! Selesai!" Sammon tiba-tiba bersorak. Entah dia bersorak karena apa, yang pasti, kalimat itu selalu keluar dari mulutnya jika dia telah berhasil membuat penemuan kecil-kecilan.
"Ini adalah perangkat lunak buatanku! Perangkat lunak ini akan membuat peta 3 Dimensi sesuai dari pantulan gelombang suara" Sammon melepas kacamata plusnya yang jarang dia pakai kecuali dia sedang melakukan hal yang membutuhkan konsentrasi penuh, seperti hal ini.
"Membantu dalam menyelinap di markas mereka" Tambah Sam.
"Wow.. sepertinya selain pintar dalam hal Pokemon kau juga pintar dalam beginian juga ya!" Wallace takjub.
"Hanya pintar dalam satu bidang saja tidak cukup" Balas Sammon sekenanya. Tak lama Sammon mengeluarkan Porygon2-nya dari PokeBall. "Sekarang perangkat lunaknya akan kuprogram dalam Porygon2, sehingga bisa dibawa kemana-mana" Sammon mengeluarkan seutas kabel penghubung dari dalam jas lab-nya (dia memang aneh, jalan-jalan kok pakai jas lab). Kabel tersebut ditempelkan di kepala Porygon2 sedangkan ujung lainnya dipasangkan di laptopnya.
"Bersiaplah Porygon2" Sammon menggulung kedua lengan jas lab-nya.
~ Kembali ke pertarungan Shed dan Claire..
"Politoed, awas!!!" BRAAK! Politoed tertimpa Skarmory yang terpental! Politoed tampak kesulitan untuk bangun karena badannya yang ditimpa oleh Skarmory.
"Habisi! Poseidon, Ice Beam! Skywalker Bullet Seed!" dua serangan kombinasi tersebut langsung mengenai Skarmory dan Politoed secara telak. Kedua Pokemon Claire tersebut tidak bisa melanjutkan pertandingan.
"Kau tidak mungkin bisa mengalahkanku, Claire. Semua Pokemon-ku telah melewati gunung dan laut bersamaku sejak lama. Kemampuan mereka jangan ditanya" Lagi-lagi aku menyombongkan diri.
"Oh ya? Coba lawan yang ini! Flygon maju!" Pokemon naga-capung keluar.
"Flygon? Keren juga, Vibrava-mu telah berubah ya? Lalu, mana Pokemon kedua-" Belum sempat menyelesaikan kalimatku, Claire langsung memotong.
"Dan yang kedua, Lugia! Maju!"
"APA!!?!??!!?! LUGIA!?!?!?!"
"Baiklah, jika kau memaksaku dengan cara alternatif" Terdengar suara itu lagi.
Tiba-tiba saja.... BZZZTT!! Ada sengatan listrik yang mengalir ditubuhku! Aku langsung sekejap membuka mata dan bangun dari tidur.
"Akhirnya kau bangun juga" Ternyata suara itu adalah suara kakakku yang sedang berdiri disamping tempat tidur dan mencoba membangunkanku.
"Se.. Sejak kapan Kakak bisa masuk sini?" Tanyaku terbata.
"Kau lupa mengunci pintunya" Kakakku tertawa kecil.
"Oh iya, Claire memintamu untuk datang ke Gym sekarang" Lanjutnya lagi.
Aku menaikan alis.
"Cepat. Gym Mosdeep. Kesana. Claire"
"OH IYA! AKU BELUM LAWAN GYM!" Aku langsung bergegas menyiapkan barang-barang. 10 menit kemudian aku langsung berlari menuju Gym Kota Mosdeep yang jaraknya tidak begitu jauh dari Pokemon Center ini.
Tak lama setelah sampai di depan Gym, Tate & Liza terlihat berada di depan pintu Gym.
Seketika itu juga aku langsung menantang Tate dan Liza untuk langsung melaksanakan pertarungan Gym,tapi mereka menggelengkan kepala. Kata mereka, mereka tidak bisa menerima tantanganku hari ini karena mereka harus ikut "membereskan" Gedung Antariksa yang kemarin bermasalah.
"Sebagai gantinya, kami punya pelatih substitusi khusus untuk hari ini" Kata Liza tersenyum. Aku mengerutkan dahi. Entah apa yang dimaksud mereka berdua, satu hal yang pasti, mereka hari ini tidak bisa bertarung.
"Orang yang menggantikan kami sudah ada dibelakangmu" Tambahnya lagi. Aku menoleh kebelakang dan... Yak, benar, itu adalah.. Claire.
"Kalian bercanda" Kataku tidak percaya.
"Kami tidak bercanda" Tate mengehela napas.
"Kami serius"
"Lencana Gym ada di tangan dia"
"Lawan dia kalau mau medapatkannya"
Jawab si kembar secara bergantian.
Liza dan Tate langsung pergi begitu saja meninggalkanku. Jadi ini serius?
Aku mengambil salah satu PokeBall yang berada di ikat pinggangku, begitu juga Claire.
"Tate dan Liza keracunan apa sehingga memilihmu sebagai pengganti?"
Claire tersenyum, "Shed, aku sudah melatih Pokemon-ku. Aku yakin kau akan kewalahan melawan mereka"
"Hahahaha! Kewalahan? coba buktikan!" Aku tertawa sombong. Tangan kanan Claire menggenggam PokeBall, sementara tangan kirinya sedang berusaha mengambil PokeBall lagi.
Pertarungan ganda, pikirku.
"Maju! Skarmory dan Politoed!" Dua ekor Pokemon burung baja dan kodok hijau itu berdiri tegap di depannya. Politoed? Rupanya Poliwhirl sudah berevolusi ini berarti dia benar-benar latihan.
Aku mengambil beberapa langkah mundur, untuk membuat jarak yang akan digunakan untuk arena pertarungan. Aku juga gak berpikir, kenapa kita tidak bertarung di dalam Gym saja ya?
Setelah mundur beberapa lagkah, aku memperhatikan kedua Pokemon Claire yang terlihat bersemangat.
Aku berpikir sebentar untuk memutuskan Pokemon apa yang akan kugunakan.
"Tidak usah terlalu susah memilih Pokemon, Shed! ini pertarungan 4 lawan 4" Kata Claire seakan dia barusan membaca pikiranku.
"Oke, kalau begitu, Skywalker dan Poseidon! maju!" Pokemon kadal pohon dan bintang laut tersebut keluar dari Pokemonnya. Mereka berdua tidak kalah bersemangat. Aku sendiri malah agak deg-deg-an karena belum pernah melawan Claire sebelumnya, jadi aku tidak tahu strategi dia, belum lagi Claire sering melihatku bertarung, jadi mungkin dia sudah bisa membaca gerak-gerikku. Ini sepertinya akan menjadi pertarungan yang sulit.
"Oke Shed, penantang maju duluan"
"Tidak perlu repot-repot, Claire. Ladies first"
"Baiklah kalau begitu" Claire menyetujui. "Skarmory, Drill Peck ke Sceptile!"
~ Sementara itu di Pokemon Center tanpa sepengetahuanku...
"Jadi, Sam, apa yang kita lakukan sekarang?" Tanya Wallace. Sammon tampak sedang sibuk menatap layar laptopnya. Wallace yang merasa dihiraukan langsung menepuk pundak Sammon.
"Kita tinggal melacak keberadaan para divisi 2" Jawab Sammon seadanya.
"Iya aku tahu, tapi bagaimana caranya??" Wallace terlihat tidak puas dengan jawaban Sammon. Sammon terus sibuk menatap layar laptopnya.
"Sip! Selesai!" Sammon tiba-tiba bersorak. Entah dia bersorak karena apa, yang pasti, kalimat itu selalu keluar dari mulutnya jika dia telah berhasil membuat penemuan kecil-kecilan.
"Ini adalah perangkat lunak buatanku! Perangkat lunak ini akan membuat peta 3 Dimensi sesuai dari pantulan gelombang suara" Sammon melepas kacamata plusnya yang jarang dia pakai kecuali dia sedang melakukan hal yang membutuhkan konsentrasi penuh, seperti hal ini.
"Membantu dalam menyelinap di markas mereka" Tambah Sam.
"Wow.. sepertinya selain pintar dalam hal Pokemon kau juga pintar dalam beginian juga ya!" Wallace takjub.
"Hanya pintar dalam satu bidang saja tidak cukup" Balas Sammon sekenanya. Tak lama Sammon mengeluarkan Porygon2-nya dari PokeBall. "Sekarang perangkat lunaknya akan kuprogram dalam Porygon2, sehingga bisa dibawa kemana-mana" Sammon mengeluarkan seutas kabel penghubung dari dalam jas lab-nya (dia memang aneh, jalan-jalan kok pakai jas lab). Kabel tersebut ditempelkan di kepala Porygon2 sedangkan ujung lainnya dipasangkan di laptopnya.
"Bersiaplah Porygon2" Sammon menggulung kedua lengan jas lab-nya.
~ Kembali ke pertarungan Shed dan Claire..
"Politoed, awas!!!" BRAAK! Politoed tertimpa Skarmory yang terpental! Politoed tampak kesulitan untuk bangun karena badannya yang ditimpa oleh Skarmory.
"Habisi! Poseidon, Ice Beam! Skywalker Bullet Seed!" dua serangan kombinasi tersebut langsung mengenai Skarmory dan Politoed secara telak. Kedua Pokemon Claire tersebut tidak bisa melanjutkan pertandingan.
"Kau tidak mungkin bisa mengalahkanku, Claire. Semua Pokemon-ku telah melewati gunung dan laut bersamaku sejak lama. Kemampuan mereka jangan ditanya" Lagi-lagi aku menyombongkan diri.
"Oh ya? Coba lawan yang ini! Flygon maju!" Pokemon naga-capung keluar.
"Flygon? Keren juga, Vibrava-mu telah berubah ya? Lalu, mana Pokemon kedua-" Belum sempat menyelesaikan kalimatku, Claire langsung memotong.
"Dan yang kedua, Lugia! Maju!"
"APA!!?!??!!?! LUGIA!?!?!?!"
Minggu, 19 Desember 2010
Entri #039 : Terikat
Secangkir teh lumayan menghangatkan malam ini. Secara teknis malam ini memang tetap sama dengan apa yang sudah kulalui selama kurang lebih 3 bulan ini; tidur di penginapan Pokemon Center. Namun yang membuat malam ini terasa beda adalah kehadiran kakakku dan Wallace. Ya, setelah kejadian di Gedung Antariksa tadi sore, kita semua memutuskan untuk menghabiskan hari ini di Pokemon Center.
Seharian duduk santai di kafetaria Pokemon Center kota Mosdeep setelah kejadian yang hampir membunuhku tadi memang terasa sangat enak. Ahhh sudah lama tidak sesantai ini.
"Dimana Claire?" Tiba-tiba saja kakakku sudah duduk di sampingku. Bikin kaget saja.
"Tadi katanya ada janji dengan Tate dan Liza. Enggak tau persis sih janji apaan"
"Sudah bicara dengannya?"
"Sudah."
"Apa katanya? Dia tahu tentang semua ini? beritahu aku"
Wallace juga datang menghampiri, mau ikutan mendengarkan ceritaku.
Seharian duduk santai di kafetaria Pokemon Center kota Mosdeep setelah kejadian yang hampir membunuhku tadi memang terasa sangat enak. Ahhh sudah lama tidak sesantai ini.
"Dimana Claire?" Tiba-tiba saja kakakku sudah duduk di sampingku. Bikin kaget saja.
"Tadi katanya ada janji dengan Tate dan Liza. Enggak tau persis sih janji apaan"
"Sudah bicara dengannya?"
"Sudah."
"Apa katanya? Dia tahu tentang semua ini? beritahu aku"
Wallace juga datang menghampiri, mau ikutan mendengarkan ceritaku.
Senin, 13 Desember 2010
Entri #038 : Musuh Dalam Selimut
"Tak kusangka kita bisa berada di tempat yang sama lagi dalam jangka waktu sekitar 2 hari saja" Kata Milo dengan perlahan melangkah mendekatiku dan Wallace, yang secara otomatis, aku dan Wallace juga ikut mundur. Milo terlihat begitu mengancam dengan seekor Pokemon tinggi berwarna putih di sampingnya. Belum lagi Milo dengan sukses melukai anggota sendiri sampai tidak sadar. Kalau tak salah, itu Pokemon dari daerah Sinnoh yang bernama Gallade. Tentu saja, Milo 'kan memiliki Kirlia.
Milo mengentikan langkahnya. Mungkin, karena sekarang kita sedang berada di sebuah lorong. Dengan satu-satunya jalan keluar yang berada di belakang Milo. Sedang ruangan yang kita interogasi tadi, tak lain tak bukan hanyalah sebuah gudang kecil berisi barang-barang tak terpakai. Kita bisa saja bersembunyi di gudang itu, namun, apa yang akan kita lakukan disitu?
Wallace menyuruhku untuk jangan melawan. Karena, kita tidak mungkin bisa berbuat apa-apa. Salah-salah dikit Milo bisa saja memanggil grunt-grunt-nya dan menyerang kami.
"Shed, aku ada ide" Bisik Wallace.
Aku menaikan alis kananku. "Kau alihkan perhatiannya, aku akan minta bantuan melalui PokeGear" Lanjut Wallace yang perlahan memasukan tangan ke kantongnya.
"aku mengalihkan perhatian? apa maksudmu? bagaimana caranya?"
"Ya.. ajak ngobrol gitu atau ajak main futsal bareng, ya aku tidak tahu! yang penting perhatiannya teralih! jangan sampai dia tahu aku mau memanggil bala bantuan!" Wallace malah sewot.
Mengalihkan perhatian? okelah kalau begitu. Aku ajak bicara saja.
"Sudah selesai gosipnya?" Milo malah yang memulai pembicaraan.
"Sudah. Kenapa? kau iri karena tidak punya teman untuk ngobrol ya?" Balasku.
Milo terkekeh. "Oh ya? Aku kira kita teman baik"
"Kita dulu memang teman. Tidak setelah kau berubah menjadi..
Milo mengentikan langkahnya. Mungkin, karena sekarang kita sedang berada di sebuah lorong. Dengan satu-satunya jalan keluar yang berada di belakang Milo. Sedang ruangan yang kita interogasi tadi, tak lain tak bukan hanyalah sebuah gudang kecil berisi barang-barang tak terpakai. Kita bisa saja bersembunyi di gudang itu, namun, apa yang akan kita lakukan disitu?
Wallace menyuruhku untuk jangan melawan. Karena, kita tidak mungkin bisa berbuat apa-apa. Salah-salah dikit Milo bisa saja memanggil grunt-grunt-nya dan menyerang kami.
"Shed, aku ada ide" Bisik Wallace.
Aku menaikan alis kananku. "Kau alihkan perhatiannya, aku akan minta bantuan melalui PokeGear" Lanjut Wallace yang perlahan memasukan tangan ke kantongnya.
"aku mengalihkan perhatian? apa maksudmu? bagaimana caranya?"
"Ya.. ajak ngobrol gitu atau ajak main futsal bareng, ya aku tidak tahu! yang penting perhatiannya teralih! jangan sampai dia tahu aku mau memanggil bala bantuan!" Wallace malah sewot.
Mengalihkan perhatian? okelah kalau begitu. Aku ajak bicara saja.
"Sudah selesai gosipnya?" Milo malah yang memulai pembicaraan.
"Sudah. Kenapa? kau iri karena tidak punya teman untuk ngobrol ya?" Balasku.
Milo terkekeh. "Oh ya? Aku kira kita teman baik"
"Kita dulu memang teman. Tidak setelah kau berubah menjadi..
Langganan:
Postingan (Atom)


